Rakyat45.com, Sleman – Pasar Bela Negara Sleman edisi ke-34 tak hanya menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM, tetapi juga tampil sebagai wadah edukasi publik yang mengangkat isu bahaya bullying digital. Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (26/6/2026), itu turut dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Wakil Bupati Danang Maharsa.
Kehadiran kedua pimpinan daerah tersebut menjadi perhatian para pedagang dan pengunjung. Di sela kegiatan, Bupati dan Wakil Bupati menyempatkan diri berdialog dengan pelaku UMKM sekaligus membeli berbagai produk dan jajanan yang dipasarkan di Pasar Bela Negara.
Tak hanya menggerakkan roda perekonomian masyarakat, Pasar Bela Negara juga menghadirkan diskusi publik yang membahas tantangan di era digital. Bakesbangpol Sleman menghadirkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman dan Relawan Kebencanaan Kabupaten Sleman sebagai narasumber.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber menyoroti dampak psikologis yang dialami korban bullying digital, mulai dari menurunnya kesehatan mental hingga terganggunya kehidupan sosial.
“Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wawan Wiantro, menegaskan pentingnya literasi digital sejak dini. Menurutnya, media sosial seharusnya menjadi ruang yang sehat, bukan ajang untuk menyakiti sesama,” paparnya.
Sementara itu, Relawan Kebencanaan Kabupaten Sleman membagikan pengalaman selama bertugas di lapangan. Mereka menyebut praktik bullying di media sosial kerap memicu konflik sosial dan memperparah kondisi psikologis masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi bencana.
Hal senada disampaikan Kabid Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Bakesbangpol Kabupaten Sleman, Immawan Nur Syaiful.
“Melalui Pasar Bela Negara ini, Bakesbangpol Sleman berharap masyarakat khususnya generasi muda lebih bijak dalam bermedia sosial. Bela negara, menurutnya tidak hanya di medan perang, tapi juga dengan menjaga persatuan di ruang digital,” kata Immawan.
Pasar Bela Negara edisi ke-34 diselenggarakan Bakesbangpol Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Carya Budhi Chatnya, organisasi yang membina pelaku UMKM di Kabupaten Sleman. Melalui kolaborasi tersebut, Pasar Bela Negara diharapkan tidak hanya menjadi ruang promosi produk lokal, tetapi juga memperkuat literasi digital, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta mendorong pertumbuhan UMKM yang berdaya saing.**












