Banner Website
Daerah

Berawal dari Dapur Sederhana, UMKM Sagu Meranti Tembus Pasar Global Berkat Dukungan Pemda

162
×

Berawal dari Dapur Sederhana, UMKM Sagu Meranti Tembus Pasar Global Berkat Dukungan Pemda

Sebarkan artikel ini
Gerai Sagu Kite di Selatpanjang menjadi pusat pemasaran berbagai produk olahan Mie Sagu Boedjang, UMKM binaan Kepulauan Meranti yang berkembang dari usaha rumahan hingga berhasil menembus pasar internasional berkat inovasi dan dukungan promosi pemerintah daerah. Kamis (2/7/2026)./R45/Alfin.

Rakyat45.com, Meranti – UMKM Sagu Kepulauan Meranti kembali membuktikan bahwa produk berbasis potensi daerah mampu menembus pasar internasional ketika inovasi bertemu dengan dukungan yang berkelanjutan. Berawal dari dapur sederhana di Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Mie Sagu Boedjang tumbuh menjadi salah satu wajah sukses ekonomi kreatif Meranti yang kini dikenal hingga mancanegara.

Perjalanan usaha yang dirintis sejak 2019 itu tidak hanya mencerminkan ketekunan pelaku UMKM, tetapi juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam membuka akses promosi serta memperluas pasar.

Pemilik Mie Sagu Boedjang, Praptini, mengatakan sejak awal usahanya berdiri, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti secara konsisten memberikan kesempatan mengikuti berbagai pameran, promosi, dan kegiatan resmi yang menjadi pintu masuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.

“Sejak kami berdiri pada 2019, Pemda selalu suport. Salah satunya dengan melibatkan Mie Sagu Boedjang dalam berbagai kegiatan promosi, pameran maupun iven. Dukungan itu sangat kami rasakan karena membuat produk kami semakin dikenal masyarakat,” ujar Praptini saat ditemui, Kamis (2/7/2026).

Dampak dari promosi tersebut terlihat pada peningkatan kapasitas produksi. Dari semula hanya mampu menghasilkan sekitar 100 kemasan, kini dapur produksi Mie Sagu Boedjang mampu memproduksi antara 3.000 hingga 5.000 kemasan setiap bulan, terutama ketika berlangsung agenda besar yang melibatkan pemerintah.

“Jumlah produksi sangat bergantung pada iven atau kegiatan-kegiatan besar yang digelar Pemerintah,” sebutnya.

Seiring pertumbuhan usaha, Mie Sagu Boedjang juga terus memperluas inovasi. Saat ini sedikitnya 15 produk olahan berbahan dasar sagu telah dipasarkan, mulai dari mie sagu instan, stik sagu, brownies sagu, donat sagu crispy, sagu lemak, sagu rendang, sesagon, nastar sagu, kue bangkit sagu, sohuy, bakso sagu, mie ayam sagu, cendol sagu, kolong sagu hingga sagon kelapa.

Konsistensi menjaga kualitas produk membawa Mie Sagu Boedjang melangkah ke panggung internasional. Melalui program Rumah Kreatif BUMN yang didukung BRI, produk khas Meranti tersebut tampil pada pameran Tong Tong Fair (TTF) di Den Haag, Belanda, pada 2022 dan Pasar Senggol Turkiye di Istanbul, Turki, pada 2023.

Saat ini, produk-produk Mie Sagu Boedjang dipasarkan melalui Gerai Sagu Kite di Jalan Merbau, Selatpanjang, serta berbagai platform marketplace. Harga jualnya berkisar antara Rp17.000 hingga Rp25.000 per kemasan, menyesuaikan jenis produk dan wilayah pemasaran.

Praptini menuturkan dukungan yang diterima tidak hanya berasal dari satu organisasi perangkat daerah, melainkan hampir seluruh instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, termasuk sejumlah instansi vertikal.

“Semua instansi, baik Pemda maupun vertikal, sangat suport terhadap kami. Kesempatan mengikuti berbagai kegiatan promosi menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan menghadirkan inovasi produk sagu,” katanya.

Kepercayaan terhadap kualitas produk juga terus meningkat. Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Riau memesan sedikitnya 600 pcs Mie Sagu Boedjang untuk dibawa ke Jakarta. Selain itu, produk tersebut turut diperkenalkan pada pelaksanaan MTQ Riau di Kabupaten Kuantan Singingi.

“Termasuk kegiatan MTQ Riau di Kuantan Singingi, ada juga produk kita yang ditampilkan di sana,” tambah Praptini.

Keberhasilan tersebut tidak hanya berdampak pada pertumbuhan usaha, tetapi juga memberi manfaat bagi pelaku UMKM lainnya. Mie Sagu Boedjang kini bermitra dengan 25 UMKM di Kabupaten Kepulauan Meranti yang terlibat dalam pengemasan, distribusi, hingga promosi produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Ekspansi usaha itu juga membuka peluang kerja baru. Saat ini Mie Sagu Boedjang mempekerjakan 12 orang, terdiri atas 10 karyawan di Selatpanjang yang menangani produksi dan pemasaran serta dua tenaga pemasaran di Pekanbaru.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti, Eko Priyono, menegaskan pemerintah daerah akan terus memperkuat pembinaan dan promosi agar semakin banyak UMKM lokal mampu naik kelas.

“Keberhasilan Mie Sagu Boedjang menjadi bukti bahwa ketika pelaku UMKM memiliki semangat berinovasi, maka produk lokal mampu berkembang hingga menembus pasar nasional bahkan internasional. Kami akan terus membuka ruang promosi bagi UMKM Meranti,” ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Lianita Muharni, menilai keberhasilan Mie Sagu Boedjang menjadi gambaran nyata bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha mampu memperkuat ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, dukungan promosi, pembinaan dan akses pemasaran harus terus diperkuat. Kami di DPRD tentu mendukung berbagai program pemerintah yang mendorong UMKM lokal berkembang sehingga semakin banyak produk Meranti yang dikenal luas dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.**