Banner Website
Peristiwa

Cuaca Riau Masih Diguyur Hujan, Hotspot Naik Jadi 14 Titik

42
×

Cuaca Riau Masih Diguyur Hujan, Hotspot Naik Jadi 14 Titik

Sebarkan artikel ini
Cuaca Riau Masih Diguyur Hujan, Hotspot Naik Jadi 14 Titik
Infografis Cuaca Riau masih didominasi hujan di berbagai wilayah pada Kamis (9/7/2026). (R45/AI/M)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Cuaca Riau masih didominasi hujan di berbagai wilayah pada Kamis (9/7/2026). Di tengah kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau meningkat menjadi 14 titik yang tersebar di lima kabupaten dan kota.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Mari Frystine, mengatakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang telah mengguyur sejumlah daerah sejak pagi. Kondisi itu juga disertai petir dan angin kencang di beberapa lokasi.

“Berdasarkan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hilir. Hujan diprakirakan masih akan bertahan hingga siang hari,” ujarnya kepada Rakyat45.com, Kamis (9/7/2026).

Memasuki siang hingga sore, hujan diprakirakan meluas ke sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, serta Kota Pekanbaru.

Sementara itu, pada malam hingga dini hari, hujan masih berpotensi turun di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Indragiri Hulu.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Pada pagi hari, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hilir.

Potensi tersebut diprakirakan meluas pada siang hingga sore ke Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, serta Kota Pekanbaru.

BMKG memperkirakan suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen.

“Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam,” jelasnya.

Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut umumnya berada pada kategori rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter. Namun, nelayan dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan.

“Namun, BMKG mengingatkan adanya potensi gelombang kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Dumai+Bengkalis dan perairan Kepulauan Meranti-Pelalawan sehingga nelayan dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.

Di sisi lain, hasil pemantauan hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat 293 hotspot di Pulau Sumatera. Sumatera Utara mencatat jumlah terbanyak dengan 107 titik, disusul Sumatera Selatan 58 titik, Aceh 33 titik, Kepulauan Bangka Belitung 30 titik, Lampung 24 titik, Sumatera Barat 14 titik, Jambi delapan titik, Bengkulu lima titik, dan Riau 14 titik.

Di Riau, hotspot tersebar di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak tujuh titik, Kabupaten Bengkalis tiga titik, Kabupaten Rokan Hulu dua titik, Kabupaten Pelalawan satu titik, serta Kota Pekanbaru satu titik.

“Di Provinsi Riau terpantau 14 titik panas yang tersebar di lima kabupaten dan kota. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitarnya,” kata Mari Frystine.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan. Meski hujan masih terjadi di sejumlah daerah, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan tetap perlu ditingkatkan.***