Banner Website
Peristiwa

Usai FBMW 2026, Pemkab Biak Siapkan Festival Budaya Biak pada Oktober

26
×

Usai FBMW 2026, Pemkab Biak Siapkan Festival Budaya Biak pada Oktober

Sebarkan artikel ini
Usai FBMW 2026, Pemkab Biak Siapkan Festival Budaya Biak pada Oktober
Pemkab Biak Numfor memastikan Festival Budaya Biak digelar Oktober 2026 setelah sukses menutup Festival Biak Munara Wampasi XIV. (R45/Fian)

Rakyat45.com, Biak Numfor – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor langsung menyiapkan agenda pariwisata berikutnya setelah sukses menggelar Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) XIV 2026. Festival Budaya Biak (FBB) dipastikan akan berlangsung pada Oktober 2026.

Kepastian itu diumumkan Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra saat menutup rangkaian FBMW XIV di Lapangan Cenderawasih, Senin (7/7/2026). Festival yang berlangsung sejak 1 Juli tersebut ditutup dengan antusiasme ribuan warga, wisatawan domestik, hingga turis mancanegara.

Dalam sambutannya, Markus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival, mulai dari masyarakat adat, panitia, TNI/Polri, hingga insan media. Menurutnya, penyelenggaraan FBMW mampu menggerakkan sektor pariwisata sekaligus memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Turbey Onny Dangeubun, mengatakan pihaknya akan memanfaatkan waktu menuju Oktober untuk melakukan evaluasi sekaligus menyiapkan konsep Festival Budaya Biak yang lebih berkualitas.

“Kesuksesan FBMW dengan 13 rangkaian acara budaya dan wisata minat khusus tahun ini menjadi modal besar bagi kami. Untuk Festival Budaya Biak di bulan Oktober nanti, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh serta persiapan yang jauh lebih matang demi membidik kunjungan wisatawan global yang lebih luas,” ujar Onny Dangeubun kepada Rakyat45.com, Senin (7/7/2026).

Ia menegaskan Festival Budaya Biak akan terus dikembangkan sebagai agenda unggulan daerah untuk melestarikan budaya sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya bagi pelaku UMKM Orang Asli Papua (OAP).

Dari pantauan Rakyat45.com, FBMW XIV tahun ini menghadirkan beragam atraksi budaya yang menjadi daya tarik wisatawan, seperti Apen Beyeren, Snap Mor, Parade Wai Mansusu, Parade Wor, pertunjukan musik suling tambur, lomba foto bawah laut internasional, hingga Parade Yospan sebagai penutup festival.

Pelaksanaan FBMW 2026 juga mencatat sejarah baru dengan keikutsertaan Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, yang menampilkan seni ukir kayu dan ritual patung Mbis sebagai bagian dari kekayaan budaya Papua.

Pemkab Biak Numfor berharap Festival Budaya Biak pada Oktober mendatang mampu menarik lebih banyak wisatawan serta memperkuat posisi Biak sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di kawasan timur Indonesia.***