Rakyat45.com, Pekanbaru โ Operasi Pasar Murah Riau kembali digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, menyasar Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar guna menjaga ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, mengatakan operasi pasar murah pekan ini akan dilaksanakan di lima titik.
“Pekan ini akan ada 5 kali operasi pasar murah, mulai Senin hingga Jumat dan tersebar pada 2 daerah, yaitu Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar,” kata Tetty kepada Rakyat45.com, Senin (13/7/2026).
Berdasarkan pantauan Rakyat45.com, jadwal pelaksanaan operasi pasar murah dimulai pada Senin (13/7) di Kantor Lurah Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai Barat. Selanjutnya, Selasa (14/7) kegiatan berlangsung di Kantor Desa Tarai Bangun, Kabupaten Kampar.
“Pada Rabu, 15 Juli akan kembali digelar di Kota Pekanbaru, tepatnya di Kantor Lurah Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani,” katanya.
Operasi pasar murah kemudian berlanjut pada Kamis (16/7) di Kantor Lurah Mentangor, Kecamatan Kulim. Sementara pelaksanaan terakhir pada Jumat (17/7) dipusatkan di Kantor Lurah Palas, Kecamatan Rumbai.
Menurut Tetty, program ini menjadi salah satu langkah Pemprov Riau untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
“Dengan adanya operasi pasar murah ini, kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan,” kata Tetty.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Beras SPHP dijual Rp60 ribu per 5 kilogram. Sementara beras Anak Daro dan beras Sokan dibanderol Rp165 ribu per 10 kilogram atau Rp83 ribu per 5 kilogram.
“Untuk gula pasir dibandrol dengan harga Rp18rb per kg, minyak goreng kemasan minyakita Rp15.500 per bungkus,” katanya.
Selain itu, garam Kristal dijual Rp2 ribu per 200 gram, garam Nusantara Rp2 ribu per 250 gram, dan telur ayam Rp49 ribu per papan.
Pemprov Riau juga mengimbau masyarakat yang akan berbelanja agar datang sesuai jadwal, mengantre dengan tertib, serta membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.
“Kita harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah, guna mengurangi penggunaan kantong plastik,” pungkasnya.***












