Banner Website
Ekbis

Investasi Riau Rp20,23 Triliun Serap 10.944 Tenaga Kerja, Pekanbaru Tertinggi

31
×

Investasi Riau Rp20,23 Triliun Serap 10.944 Tenaga Kerja, Pekanbaru Tertinggi

Sebarkan artikel ini
Investasi Riau Rp20,23 Triliun Serap 10.944 Tenaga Kerja
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, Vera Angelika OK, ST, MT. (R45/Y)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Investasi Riau pada Triwulan II Tahun 2026 tidak hanya mencatatkan pertumbuhan nilai yang signifikan, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja. Realisasi investasi sebesar Rp20,23 triliun berhasil menyerap 10.944 tenaga kerja, mayoritas merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI).

Data yang diterima Rakyat45.com, Kamis (23/7/2026), menunjukkan penyerapan tenaga kerja tersebut terdiri dari 10.919 TKI dan 25 tenaga kerja asing (TKA) yang tersebar di berbagai sektor usaha dan kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, Vera Angelika OK, ST, MT, mengatakan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi penyumbang terbesar dalam penciptaan lapangan kerja.

“Dari jumlah tersebut, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 10.009 pekerja, terdiri dari 9.997 TKI dan 12 TKA. Sementara investasi Penanaman Modal Asing (PMA) menyerap 935 tenaga kerja, terdiri dari 922 TKI dan 13 TKA,” kata Vera, Kamis (23/7/2026).

Pekanbaru Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar

Berdasarkan sebaran investasi, Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan penyerapan tenaga kerja tertinggi di Riau. Selama Triwulan II 2026, investasi di ibu kota provinsi itu mampu menyerap 2.652 tenaga kerja, terdiri dari 2.263 pekerja PMDN dan 389 pekerja PMA, termasuk tujuh tenaga kerja asing.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Indragiri Hilir dengan 1.923 tenaga kerja, disusul Kabupaten Kampar sebanyak 1.411 tenaga kerja.

Sementara itu, Kabupaten Bengkalis berada di urutan keempat dengan 928 tenaga kerja dan Kabupaten Kuantan Singingi di posisi kelima dengan 763 tenaga kerja.

Daerah lain yang turut menikmati dampak investasi antara lain Pelalawan (749 tenaga kerja), Dumai (655), Indragiri Hulu (625), Rokan Hulu (566), Siak (452), Rokan Hilir (201), hingga Kepulauan Meranti (19 tenaga kerja).

Transportasi Dominasi Nilai Investasi, Industri Makanan Serap Tenaga Kerja Terbanyak

Vera menjelaskan, sektor Transportasi, Pergudangan, dan Telekomunikasi menjadi penyumbang investasi terbesar pada Triwulan II 2026 dengan nilai sekitar Rp8 triliun atau setara 39 persen dari total investasi.

“Sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi menjadi motor penggerak investasi dengan kontribusi sekitar 39 persen dari total investasi atau senilai Rp8 triliun, sekaligus menyerap 903 tenaga kerja yang terdiri dari 894 TKI dan 9 tenaga kerja PMA,” ungkapnya.

Posisi kedua ditempati sektor Kehutanan dengan nilai investasi sekitar Rp3,8 triliun atau 19 persen dari total investasi. Sektor ini juga menjadi salah satu sektor padat karya dengan menyerap 1.764 tenaga kerja.

Sementara sektor Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan membukukan investasi sekitar Rp2,1 triliun melalui 484 proyek dan menyerap 1.415 tenaga kerja.

Adapun sektor Listrik, Gas, dan Air mencatat investasi sekitar Rp1,6 triliun dengan penyerapan 401 tenaga kerja.

Meski nilai investasinya berada di posisi kelima, Industri Makanan justru menjadi sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar, yakni 3.104 orang, seiring realisasi investasi sekitar Rp1,4 triliun.

Selain itu, sektor Perdagangan dan Reparasi menyerap 1.452 tenaga kerja, Jasa Lainnya 838 tenaga kerja, Hotel dan Restoran 391 tenaga kerja, serta Konstruksi sebanyak 183 tenaga kerja.

Singapura Masih Jadi Investor Asing Terbesar

Dari sisi investasi asing, Singapura masih menjadi investor terbesar di Provinsi Riau dengan nilai investasi mencapai Rp2,39 triliun atau sekitar 51 persen dari total PMA melalui 389 proyek.

Posisi berikutnya ditempati Malaysia dengan investasi Rp1,84 triliun melalui 186 proyek, disusul Bermuda, Kepulauan Virgin Inggris, dan Jepang.

Menurut Vera, Pemerintah Provinsi Riau akan terus menjaga iklim investasi agar tetap kondusif melalui penyederhanaan perizinan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada investor.

“Pemerintah Provinsi Riau melalui DPMPTSP berkomitmen untuk terus menjaga iklim investasi yang kondusif. Langkah ini dilakukan dengan menyederhanakan proses perizinan dan memberikan pelayanan terbaik bagi para investor agar terjaga pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Vera.

Selain menarik investasi baru, Pemprov Riau juga terus mendorong pengembangan industri hilir guna meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.

“Pemerintah Provinsi Riau dalam upaya pengembangan hilirisasi melakukan identifikasi dan pendataan terhadap produk-produk hilir yang telah diproduksi oleh perusahaan PMA dan PMDN di Provinsi Riau. Hal ini dilakukan guna meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, diharapkan kiranya dapat menjadikan Riau sebagai motor penggerak ekonomi nasional dengan fokus kepada pengembangan industri hilir dan ekonomi hijau yang berkelanjutan,” tutup Vera.***