Rakyat45.com, Pekanbaru – Pakaian Melayu menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan bulanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Riau yang digelar di Gedung Wanita, Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat pemahaman anggota terhadap tata cara berbusana Melayu yang sesuai dengan nilai adat dan budaya.
Berdasarkan pantauan Rakyat45.com, Kamis (30/7/2026), pertemuan rutin tersebut mengusung tema “Sosialisasi Cara Berpakaian Melayu dan Setelannya”. Selain menjadi ajang silaturahmi antaranggota, kegiatan ini juga dirancang untuk meningkatkan wawasan dan kapasitas diri dalam menjaga serta melestarikan budaya Melayu.
Sekretaris DWP Provinsi Riau, Elly Zulkifli, mengatakan pakaian Melayu bukan sekadar busana, tetapi merupakan identitas budaya yang memiliki nilai kehormatan sehingga penggunaannya harus sesuai dengan ketentuan adat.
“Oleh karena itu, ini penting untuk kita memahami cara berpakaian yang benar, warna yang digunakan, aksesorisnya, dan setelannya dipakai untuk acara adat atau acara resmi,” ungkapnya.
Elly menjelaskan, pertemuan bulanan DWP menjadi wadah pembelajaran yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas anggota, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun saat memberikan edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, semakin memahami budaya sendiri akan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari masyarakat Melayu. Dengan demikian, nilai-nilai budaya dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, Ketua DWP Provinsi Riau, Herawati Abdi, menyampaikan bahwa sosialisasi menghadirkan narasumber dari Perempuan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi antara DWP dan LAM Riau dalam memperkuat pelestarian budaya daerah.
Ia berharap seluruh peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai tata cara mengenakan pakaian Melayu, mulai dari pemilihan busana hingga penggunaan selendang sesuai aturan adat.
“Kita sebagai pemakai bajunya, harus benar. Karena nanti akan disosialisasikan ke masyarakat. Seperti ini loh cara berpakaian yang betul, bajunya atau pemakaian selendangnya,” tutupnya.
Melalui kegiatan tersebut, DWP Provinsi Riau berharap para anggotanya dapat menjadi contoh dalam menerapkan etika berpakaian Melayu sekaligus berperan aktif memperkenalkan dan melestarikan budaya Melayu di tengah masyarakat.












