Rakyat45.com, Bengkalis – Sebungkus beras dan sejumlah kebutuhan pokok mungkin terlihat sederhana, bagi warga yang tengah berhadapan dengan keterbatasan, perhatian semacam itu dapat memiliki arti yang jauh lebih dalam. Pesan tersebut terasa saat Satpolairud Polres Bengkalis menyambangi masyarakat pesisir Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Rabu (12/8/2026), melalui Program JALUR (Jelajah Riau Untuk Rakyat) Sambang Nusa Presisi.
Sebanyak 10 warga kurang mampu menerima bantuan berupa beras 5 kilogram, minyak goreng, telur, gula, dan teh. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang membutuhkan.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si. melalui Kasat Polairud Polres Bengkalis AKP Daniel S.N., S.I.P. mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya mendekatkan pelayanan Polri dengan masyarakat pesisir.
“Bantuan yang kami berikan mungkin sederhana, tetapi kami berharap bisa sedikit membantu meringankan kebutuhan masyarakat. Yang terpenting, kehadiran kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu berupaya hadir dan dekat dengan masyarakat, termasuk saudara-saudara kita yang tinggal di wilayah pesisir,” ujar Kasat Polairud Polres Bengkalis AKP Daniel S.N., S.I.P.
Kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyerahan paket bantuan. AKP Daniel bersama personel Satpolairud, Bhabinkamtibmas, serta perangkat Desa Muntai turut berinteraksi langsung dengan warga; kesempatan itu dimanfaatkan untuk mendengar kondisi masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat.
“Kami tidak ingin kehadiran Polri hanya dirasakan ketika masyarakat membutuhkan pelayanan keamanan. Kami juga ingin membangun kedekatan, mendengar kebutuhan warga, dan bersama-sama mencari cara untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pendekatan semacam itu menjadi bagian dari semangat Program JALUR Sambang Nusa Presisi untuk menjangkau masyarakat hingga kawasan pesisir. Kehadiran polisi tidak hanya diarahkan pada aspek keamanan, tetapi juga pada kepedulian sosial dan dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Bagi masyarakat Muntai, kunjungan tersebut meninggalkan makna yang melampaui nilai bantuan yang diterima. Ada ruang perjumpaan yang mempertemukan aparat dan warga secara langsung; dari sana, kepedulian diterjemahkan melalui tindakan sederhana yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
Dari pesisir Muntai, kegiatan itu sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan antara polisi dan masyarakat dapat dibangun melalui kehadiran yang nyata; bukan sekadar datang untuk menjalankan tugas, melainkan bersedia mendengar, memahami, dan berbagi ketika masyarakat membutuhkan.**












