Rakyat45.com, Bengkalis – Masa depan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak gagasan dilahirkan, tetapi sejauh mana pemikiran itu mampu menjawab persoalan masyarakat. Pesan tersebut mengemuka saat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kabupaten Bengkalis resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026–2031.
Pelantikan berlangsung di Balai Kerapatan Wisma Daerah Sri Mahkota Bengkalis, Senin (31/8/2026). Momentum itu sekaligus menjadi titik awal bagi ICMI Bengkalis untuk memperkuat peran intelektualnya dalam pembangunan daerah.
Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, S.Sos., M.MP., yang hadir dalam kegiatan tersebut, tidak hanya menyampaikan ucapan selamat. Ia mendorong kepengurusan baru ICMI agar mampu membawa pemikiran dari ruang diskusi menuju persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan selamat dan tahniah kepada ketua beserta seluruh jajaran pengurus ICMI Orda Bengkalis periode 2026–2031 yang pada hari ini resmi dilantik,” ujar Kasmarni.
Pelantikan dilakukan Ketua ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Provinsi Riau, Drg. H. Burhanuddin Agung, MM. Dr. Rinto, SE, M.Si., dipercaya memimpin ICMI Orda Bengkalis selama lima tahun ke depan.
Rinto didampingi Dr. Alma’arif, S.Th.I., M.Hum., H. Khairi Fahrizal, ST., MPWK., dan Sri Mawarti, M.AP., sebagai Wakil Ketua.
Jabatan Sekretaris dipercayakan kepada Ridho Muhajir, dengan Dadang Suhenda, S.Kom., Sopian Elharfani, SH., MH., dan Syafrizal, S.Tr.T., sebagai Wakil Sekretaris.
Sementara posisi Bendahara diemban Dr. Nuryasni Yazid, S.Ag., M.Sy., didampingi Muhrodin, S.Pd.I., MM., dan Fakhriyani, S.Akun., sebagai Wakil Bendahara, bersama jajaran pengurus dan anggota lainnya.
Kasmarni meminta seluruh pengurus menjalankan amanah organisasi dengan keikhlasan, tanggung jawab dan integritas. Menurut dia, soliditas internal harus berjalan beriringan dengan kemampuan ICMI memberikan kontribusi bagi umat, masyarakat dan daerah.
Ia juga menyoroti tema pelantikan, “Peradaban Islam dan Masa Depan Indonesia: Membangun Bangsa Berbasis Ilmu, Inovasi dan Akhlak,” yang dinilai relevan dengan perubahan cepat pada berbagai sektor.
Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, serta dinamika ekonomi dan sosial, menurut Kasmarni, telah mengubah cara masyarakat bekerja, berinteraksi dan mengambil keputusan.
Kondisi itu menuntut masyarakat tidak sekadar menyaksikan perubahan, tetapi ikut mengambil peran dalam menentukan arah masa depan.
“Untuk itu, kita membutuhkan tiga kekuatan utama, yakni ilmu untuk membangun kapasitas, inovasi untuk menciptakan kemajuan, dan akhlak untuk memastikan kemajuan tetap berada di jalan yang benar,” tegasnya.
Kasmarni menilai ilmu tanpa akhlak dapat kehilangan arah. Sebaliknya, inovasi yang tidak disertai moral berpotensi kehilangan kendali. Karena itu, kemajuan perlu dibangun dengan keseimbangan antara kapasitas pengetahuan, keberanian berinovasi dan kekuatan nilai.
Kasmarni Minta ICMI Turunkan Gagasan ke Lapangan
Harapan terbesar pemerintah daerah terhadap ICMI terletak pada kemampuan organisasi tersebut mengubah kecendekiawanan menjadi kerja yang dapat dirasakan masyarakat.
Kasmarni menegaskan, ICMI tidak cukup hanya menjadi ruang pertukaran pemikiran. Ilmu harus diterjemahkan menjadi amal, gagasan menjadi gerakan dan inovasi menjadi kemanfaatan.
“Kami Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyadari bahwa kami tidak mungkin bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi para ulama, akademisi, cendekiawan, tokoh agama, generasi muda, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Karena itu, ia mendorong ICMI Orda Bengkalis menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan gagasan dan rekomendasi pembangunan yang berpijak pada ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.
Peran tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan literasi masyarakat, ekonomi umat, pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
ICMI juga diharapkan ikut mendorong lahirnya generasi muda yang unggul dalam pendidikan, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kreatif dalam berinovasi. Pada saat yang sama, generasi tersebut diharapkan tetap memiliki pijakan kuat pada nilai agama dan budaya Melayu.
Penguatan persatuan, kerukunan dan kehidupan sosial kemasyarakatan juga menjadi bagian dari ruang kontribusi yang dapat diperkuat ICMI.
“Jangan biarkan kecendekiawanan berhenti di ruang diskusi. Turunkan gagasan ke lapangan, sentuh persoalan masyarakat, dan hadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” pesan Kasmarni.
Buku Kapita Selekta Jadi Catatan Gagasan Pembangunan
Komitmen intelektual ICMI juga ditandai dengan peluncuran buku Kapita Selekta “ICMI Orda Kabupaten Bengkalis Membangun Daerah.”
Kasmarni mengapresiasi karya tersebut. Ia berharap buku itu tidak sekadar menjadi dokumentasi pemikiran, tetapi berkembang menjadi referensi dan sumber gagasan yang dapat memberi kontribusi terhadap pembangunan Bengkalis.
“Semoga karya ini menjadi referensi, inspirasi dan pemantik lahirnya lebih banyak gagasan konstruktif untuk kemajuan daerah,” ujarnya.
Bupati Bengkalis kemudian meluncurkan buku tersebut secara resmi dengan pembacaan “Bismillahirrahmanirrahim”.
Kasmarni juga mengajak seluruh elemen menjadikan ilmu sebagai cahaya, nilai-nilai keislaman sebagai landasan, inovasi sebagai kekuatan dan kolaborasi sebagai jalan untuk menghadirkan pembangunan yang berkualitas, berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat.
Pendidikan Prasekolah Didorong Jadi Gerakan Bersama
Agenda pelantikan kemudian berlanjut pada penguatan komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan anak usia dini.
Kasmarni selaku Bunda PAUD Kabupaten Bengkalis bersama perangkat daerah terkait dan para mitra PAUD menandatangani komitmen bersama untuk mendukung implementasi wajib belajar satu tahun prasekolah melalui PAUD berkualitas menuju Generasi Emas 2045.
Kasmarni menegaskan, komitmen tersebut harus berujung pada program yang dapat dirasakan masyarakat, bukan berhenti sebagai dokumen atau seremoni.
“Kita harus memastikan setiap anak di Kabupaten Bengkalis memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan prasekolah yang berkualitas,” tegasnya.
Perangkat daerah dan mitra PAUD diminta menerjemahkan komitmen tersebut sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Setiap program harus memiliki tindak lanjut, target, penanggung jawab dan evaluasi agar dampaknya dapat diukur.
Khusus camat dan kepala desa, Kasmarni meminta pendataan serta identifikasi anak usia 5–6 tahun yang belum memperoleh layanan PAUD segera dilakukan.
Pemerintah kecamatan dan desa juga diminta menggerakkan keluarga serta masyarakat, sekaligus memperkuat keberadaan satuan PAUD.
“Jangan sampai ada anak yang tertinggal hanya karena persoalan akses, informasi, atau lemahnya koordinasi,” pesannya.
Kasmarni mengajak pemerintah, sekolah, desa, keluarga, masyarakat, dunia usaha dan seluruh mitra menjadikan pendidikan anak usia dini sebagai gerakan bersama.
“Generasi Emas 2045 tidak kita siapkan nanti, namun harus kita mulai dari sekarang. Kita bangun fondasinya hari ini dan kita siapkan generasinya untuk masa depan,” pungkas Kasmarni.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis Dr. Ersan Syaputra, unsur Forkopimda, Ketua MKA LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Seri Ilham Noer, Ketua MUI Kabupaten Bengkalis H. Amrizal, M.Ag., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis Drs. H. Khaidir, tokoh agama dan masyarakat, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Hadir pula Pasilog Kodim 0303/Bengkalis Kapten Inf Ucok Doni Samosir mewakili Dandim 0303/Bengkalis, Kabag SDM Polres Bengkalis AKP M. Sahudi, S.H., M.H. mewakili Kapolres Bengkalis, Danposal Bengkalis Lettu Laut (PM) Nirwan Hastya, para staf ahli dan asisten Setda Bengkalis, para kepala OPD serta tamu undangan lainnya.**












