Ekbis

Mampu Tembus 7,64 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Kota Pekanbaru Masuk Merek Top Sumatera

×

Mampu Tembus 7,64 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Kota Pekanbaru Masuk Merek Top Sumatera

Sebarkan artikel ini
Pertumbuhan Ekonomi Kota Pekanbaru Tembus 7,64 Persen
Foto ilustrasi: Grafik [ertumbuhan ekonomi. (R45/desain Ai)

RAKYAT45.COM – Perkembangan pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru mencatatkan tren impresif sepanjang semester I 2026. Laju perekonomian ibu kota Provinsi Riau tersebut berhasil menembus angka 7,64 persen, menjadikannya satu dari empat daerah di Pulau Sumatera yang sukses melampaui pertumbuhan di atas 7 persen.

Rapor hijau tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Senin (7/9/2026).

Amalia memaparkan bahwa tren pertumbuhan ekonomi tingkat daerah di Indonesia mengalami lonjakan signifikan. Pada 2025, hanya ada 48 kabupaten/kota yang sanggup tumbuh di atas 6 persen. Angka tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat pada pertengahan 2026 menjadi 99 daerah.

“Ini kami sampaikan apresiasi kepada Mendagri dan para kepala daerah, karena dalam waktu kurang dari satu tahun, langsung meningkat, dari tadinya 48 menjadi 99 kabupaten/kota yang tumbuh di atas 6 persen,” ungkap Amalia.

Di wilayah Sumatera, sebanyak 53 daerah berada di zona pertumbuhan 6 hingga 8 persen. Pekanbaru sendiri berada di peringkat ke-24 secara nasional dan menjadi satu-satunya wilayah di Provinsi Riau yang mampu merengkuh pertumbuhan di atas 7 persen.

Pemerintah Kota Pekanbaru menyambut baik data resmi BPS tersebut. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Mahyuddin, yang mewakili Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, menegaskan bahwa pencapaian ini krusial untuk menopang target ekonomi nasional.

“Pemerintah memiliki target pada tahun 2029 yang akan datang, ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas 8 persen. Dan angka pertumbuhan tersebut salah satunya berasal dari agregasi pertumbuhan ekonomi provinsi maupun kabupaten dan kota,” jelas Mahyuddin.

Mahyuddin menambahkan, data sektoral ini sedang dipetakan oleh Bagian Perekonomian Setdako untuk dilaporkan secara detail kepada Wali Kota Pekanbaru guna menentukan kebijakan lanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Mendagri Tito Karnavian menggarisbawahi pentingnya menjaga konsumsi rumah tangga, belanja daerah, investasi, dan neraca ekspor-impor sebagai fondasi pertumbuhan. Sementara itu, Kepala Bappenas Rachmat Pambudy optimistis ekonomi nasional dapat tumbuh 6 persen pada 2026 sebelum menargetkan akselerasi hingga 8 persen pada 2029.***