Rakyat45.com, Bengkalis – Pengawasan terhadap narkotika dan barang terlarang mendapat perhatian serius di Lapas Kelas IIA Bengkalis. Sabtu (19/9/2026), pemeriksaan dilakukan secara berlapis dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Dumai, Polres Bengkalis, dan TNI Bengkalis, mulai dari tes urine hingga penggeledahan kamar hunian.
Langkah pertama dilakukan tim BNNK Dumai melalui pemeriksaan urin terhadap pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan negatif.
Perwakilan BNNK Dumai, Miardi, mengatakan hasil tersebut perlu dipertahankan melalui pengawasan yang konsisten serta kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya narkotika ke lingkungan pemasyarakatan.
“Hasil tes urin yang seluruhnya negatif ini menjadi bukti bahwa Lapas Kelas IIA Bengkalis telah berhasil menjaga lingkungan yang bersih dari narkoba. Hal ini tidak lepas dari pengawasan ketat dan kesadaran tinggi seluruh pegawai maupun warga binaan. Kami berharap kondisi ini terus dipertahankan dan ditingkatkan, serta tetap waspada terhadap segala bentuk upaya peredaran narkotika yang mungkin masuk ke dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan,” kata Miardi.
Seluruh jajaran pengamanan, pejabat struktural, dan staf Lapas Kelas IIA Bengkalis turut mengikuti kegiatan tersebut. Setelah pemeriksaan urin selesai, pengawasan berlanjut pada malam hari dengan menyasar kamar hunian.
Razia dimulai pukul 19.00 WIB. Sebanyak 15 personel Polres Bengkalis bersama 10 personel TNI Bengkalis menggeledah seluruh blok hunian hingga kegiatan berakhir pada pukul 22.30 WIB.
Pemeriksaan tersebut menemukan sejumlah barang yang diduga berbahaya dan dilarang berada di lingkungan Lapas. Petugas kemudian merampas dan mengamankan seluruh temuan sebelum memusnahkannya di depan Lapangan Lapas Kelas IIA Bengkalis.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, mengatakan rangkaian pemeriksaan tersebut mencerminkan keseriusan bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan.
“Kegiatan ini merupakan wujud keseriusan kami bersama seluruh pihak penegak hukum untuk menjaga Lapas Kelas IIA Bengkalis tetap bersih, aman, dan tertib. Hasil tes urin yang seluruhnya negatif adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus dipertahankan,” ucap Priyo.
Menurut dia, razia gabungan bersama Polres Bengkalis dan TNI menjadi bagian dari upaya mempersempit ruang masuknya barang berbahaya ke lingkungan Lapas.
“Razia gabungan yang kami laksanakan hari ini bersama Polres dan TNI adalah bukti bahwa kami tidak akan memberi ruang sedikitpun bagi barang-barang berbahaya untuk beredar di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Pemusnahan barang temuan ini menjadi peringatan tegas bagi seluruh pihak, bahwa aturan dan tata tertib harus dipatuhi dengan sepenuhnya.”
Priyo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Saya berterima kasih kepada BNN Dumai, Polres Bengkalis, dan TNI Bengkalis atas sinergitas dan dukungan yang luar biasa. Semoga kerja sama ini terus terjalin kuat demi terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.”
Perwakilan Polres Bengkalis, Ipda Roni Irawan, menegaskan bahwa pengawasan terhadap barang berbahaya akan terus dilakukan melalui razia rutin maupun mendadak.
“Kami menegaskan bahwa kami tidak akan membiarkan barang-barang berbahaya beredar di lingkungan pemasyarakatan maupun di masyarakat. Razia seperti ini akan terus kami lakukan secara rutin dan mendadak. Temuan hari ini menjadi catatan penting bahwa pengawasan harus terus diperketat. Semua barang terlarang yang kami temukan akan segera dimusnahkan agar tidak dapat digunakan oleh siapapun,” tegas Ipda Roni.
Sementara itu, perwakilan TNI Bengkalis, Serka Mardianto Saputra, menyatakan kesiapan untuk mempertahankan sinergi pengamanan bersama, terutama untuk mencegah masuknya barang berbahaya ke lingkungan Lapas.
“Kami siap terus bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di setiap satuan kerja, termasuk di Lapas Kelas IIA Bengkalis. Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan untuk membawa barang berbahaya masuk. Tindakan pemusnahan barang temuan hari ini adalah bukti keseriusan kami bersama Kepolisian dan pihak Lapas untuk menjaga keamanan dan ketertiban secara menyeluruh,” tutur Serka Mardianto.
Rangkaian kegiatan tersebut menempatkan pengawasan sebagai proses berkelanjutan. Pemeriksaan urin terhadap pegawai dan WBP menghasilkan seluruh sampel negatif, sedangkan penggeledahan hunian menemukan sejumlah barang yang diduga berbahaya dan kemudian dimusnahkan.
Lapas Kelas IIA Bengkalis bersama BNNK Dumai, Polres Bengkalis, dan TNI Bengkalis menyatakan akan terus memperkuat koordinasi serta pengawasan guna menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib, dan bebas dari narkotika maupun barang terlarang.**












