RAKYAT45.COM – Kegagalan seleksi tim nasional sepak takraw tidak melumpuhkan asa Sumaya. Sosok Sumaya atlet teqball Indonesia ini justru berhasil mengukir prestasi gemilang dengan menyabet medali perak pada ajang Asian Games di Nagoya, Jepang.
Lahir dari pasangan mantan atlet takraw asal Rupat, Kabupaten Bengkalis, Safrudin dan Khairani Sumaya mulanya berambisi mengikuti jejak kedua orang tuanya. Namun, pintu timnas takraw tertutup usai ia gagal dalam seleksi di Sumatera Utara pada 2024.
Pantang menyerah, ia memilih banting setir mempelajari teqball, cabang olahraga yang saat itu asing baginya. Sumaya lalu mengasah kemampuan melalui pemusatan latihan di Riau. Unjuk gigi di berbagai laga uji coba dan ekshibisi perlahan melejitkan namanya ke tingkat nasional.
“Tuhan sepertinya memberikan jalan yang lain,” ungkap Sumaya.
Sebelum bertolak ke Jepang, atlet muda ini menempuh gemblengan fisik intensif selama satu setengah bulan di Surabaya dan sepekan di kawasan Blok S, Jakarta.
Konsistensi performanya langsung terbukti di Nagoya City Higashi Sports Center. Sumaya melibas fase awal lewat kemenangan berturut-turut atas Lebanon (2-0), Myanmar (2-0), Kirgistan (2-1), dan Kamboja (2-0). Mental bertandingnya kian teruji saat menekuk India 2-1 di babak semifinal.
Pemprov Riau Buka 6.360 Formasi PPPK: Cek Syarat dan Cara Daftar Sekarang!
3 Oktober 2024Langkah Sumaya baru terhenti di partai puncak usai kalah tipis 1-2 dari Myanmar dalam laga rematch yang sengit. Meski harus puas dengan raihan perak, perjuangan gigihnya menuai apresiasi langsung dari Menteri BUMN Erick Thohir yang hadir di tribune penonton.
Raihan prestasi ini menjadi kebanggaan besar bagi keluarga di Bengkalis sekaligus membuktikan bahwa batas kegagalan hanyalah awal dari panggung baru. Menunggu jadwal kepulangan ke tanah air, Sumaya menyelipkan pesan motivasi bagi generasi muda.
“Jangan takut mencoba hal baru. Terus berjuang dengan sungguh-sungguh, fokus pada satu tujuan dan berikan yang terbaik,” tuturnya.***












