Rakyat45.com, Yogyakarta – Semangat memperkuat kebersamaan umat sekaligus merawat keberagaman menjadi pokok pembahasan dalam audiensi pengurus Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia DIY dengan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Paulus Fredy Krissanjaya, S.Si.Teol., M.M., Selasa (3/11/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Pembimas Kristen Kanwil Kemenag DIY itu membahas sejumlah agenda, mulai dari rencana perayaan Natal PGLII DIY, dorongan penyelenggaraan kembali Natal Bersama Umat Kristen se-DIY, hingga persiapan Safari PEWARNA Nusantara dan Apresiasi PEWARNA Indonesia (API) 2026.
Rombongan dipimpin Ketua PGLII Wilayah DIY sekaligus Ketua PEWARNA Indonesia DIY, Pdt. Onwin Frans Hetharie, S.Th., bersama sejumlah pengurus, penasihat, dan pengawas organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Stefanus Hartoyo menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Paulus Fredy Krissanjaya yang kini menjalankan tugas pembinaan dan pelayanan umat Kristen di lingkungan Kementerian Agama DIY.
Ia berharap kehadiran Pembimas Kristen dapat membuka ruang komunikasi yang lebih kuat antara pemerintah, gereja, dan lembaga pelayanan Kristen. PGLII DIY juga menyampaikan apresiasi atas pengisian jabatan tersebut setelah sekitar dua tahun sebelumnya posisi itu dijalankan oleh pejabat sementara.
Salah satu agenda yang disampaikan dalam audiensi ialah rencana perayaan Natal PGLII DIY yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Januari 2027. Panitia merencanakan kegiatan tersebut menghadirkan Pdt. Ezra Soru sebagai pengkhotbah.
Selain perayaan internal organisasi, PGLII DIY juga mendorong agar Natal Bersama Umat Kristen se-DIY kembali diselenggarakan. Kegiatan serupa pernah berlangsung pada 2010, tetapi hingga kini belum kembali digelar dalam format kebersamaan yang sama.
Pdt. Onwin menilai Natal Bersama memiliki arti penting untuk mempererat persaudaraan dan membangun kesatuan umat Kristen di tengah kehidupan masyarakat yang beragam. Untuk mewujudkannya, diperlukan komunikasi dan kerja sama antara pemerintah, organisasi gereja, serta berbagai lembaga Kristen di Yogyakarta.
Pembahasan berikutnya berfokus pada persiapan penyambutan rombongan Safari PEWARNA Nusantara yang dijadwalkan tiba di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu, 14 November 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan PEWARNA Indonesia tersebut merupakan perjalanan kebangsaan dan kebudayaan dengan rute Jawa-Bali. Rombongan akan memulai perjalanan dari Jakarta dan mengakhirinya di Bali, dengan melewati tujuh wilayah utama, yakni Jakarta, Banten, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali.
Bagi PEWARNA DIY, Yogyakarta memiliki arti strategis dalam rangkaian perjalanan tersebut. Kekayaan sejarah, budaya, serta kehidupan masyarakat yang beragam menjadikan daerah ini sebagai ruang perjumpaan berbagai latar belakang sosial dan keagamaan.
Pdt. Onwin menilai nilai toleransi, persaudaraan, dan kearifan lokal yang tumbuh di Yogyakarta dapat menjadi kekuatan untuk memperkokoh semangat kebangsaan serta persatuan Indonesia.
Untuk menyambut kedatangan delegasi, PEWARNA DIY menyiapkan sejumlah kegiatan yang direncanakan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten Sleman.
Agenda tersebut meliputi penyambutan delegasi PEWARNA Indonesia, parade seni dan budaya Nusantara, doa bersama bagi bangsa secara lintas iman, serta penganugerahan Apresiasi PEWARNA Indonesia atau PEWARNA Award 2026.
Penghargaan itu direncanakan diberikan kepada sepuluh tokoh masyarakat yang dinilai memiliki kontribusi dalam bidang sosial, kebudayaan, dan pembangunan daerah. Beberapa nama yang masuk dalam rencana penerima apresiasi antara lain GKR Mangkubumi, Wakil Gubernur DIY, Bupati Sleman, Wakil Bupati Sleman, Wali Kota Yogyakarta, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Rangkaian kegiatan kemudian akan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PEWARNA DIY dan pelepasan delegasi Safari PEWARNA Nusantara untuk melanjutkan perjalanan menuju daerah persinggahan berikutnya.
Melalui agenda tersebut, PEWARNA DIY ingin memperkuat kontribusi insan pers Nasrani dalam membangun komunikasi lintas elemen masyarakat. Upaya itu juga diarahkan untuk mendorong praktik jurnalistik yang bertanggung jawab sekaligus menjaga nilai kebangsaan dan kebinekaan.
Pembimas Kristen Kanwil Kementerian Agama DIY, Paulus Fredy Krissanjaya, menyambut baik kunjungan pengurus PGLII dan PEWARNA DIY. Ia juga memberikan arahan serta menyampaikan sejumlah program kerja yang berkaitan dengan pembinaan dan pelayanan umat Kristen di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi landasan bagi hubungan yang semakin konstruktif antara pemerintah, organisasi gerejawi, dan organisasi profesi wartawan Nasrani dalam menjalankan program masing-masing.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pertemuan diakhiri dengan doa yang dipimpin Pdt. Stefanus Hartoyo selaku Penasihat PGLII Wilayah DIY, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.**












