Rakyat45.com, Karimun – Peran masyarakat perantauan tidak hanya sebatas menjaga ikatan kedaerahan, tetapi juga dapat menjadi kekuatan dalam mendorong kemajuan wilayah tempat mereka menetap. Semangat tersebut menjadi pesan utama Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, saat mengukuhkan Pengurus Ikatan Keluarga Kabupaten Bengkalis (IKKB) Kabupaten Karimun masa bakti 2025–2030 di Gedung Nasional, Tanjung Balai Karimun, Sabtu (7/11/2026).
Kasmarni berharap kepengurusan baru mampu menjadikan IKKB sebagai wadah yang menaungi masyarakat Bengkalis di Karimun sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam mendukung pembangunan daerah. Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati adat istiadat, budaya, dan kearifan lokal sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Filosofi di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, menurut Kasmarni, harus menjadi pedoman bagi setiap warga yang tinggal di tanah perantauan. Dengan demikian, keberadaan masyarakat Bengkalis dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus memperkuat hubungan sosial dengan penduduk setempat.
“Harapan kami, semoga masyarakat kami yang ada di sini bisa membantu Pemerintah Kabupaten Karimun untuk menyukseskan pembangunan Karimun agar lebih baik lagi ke depannya,” ungkap Kasmarni.
Pengukuhan tersebut turut dihadiri Bupati Karimun Iskandarsyah, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra TH, Pj. Sekretaris Daerah Karimun Sularno, serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Karimun.
Sementara itu, Iskandarsyah menilai kekuatan sebuah daerah tidak terlepas dari persatuan masyarakat dan kemampuan seluruh elemen dalam membangun kerja sama. Melalui semangat Karimun Melaju dalam Harmoni, ia mengajak masyarakat untuk menjaga soliditas sebagai modal menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan. Kekuatan Karimun itu, ketika kita solid, kita akan menjadi kuat,” tegas Iskandarsyah.
Lebih jauh, Bupati Karimun tersebut melihat peluang kemitraan antara Bengkalis dan Karimun yang dapat dikembangkan melalui potensi strategis kawasan Selat Malaka. Menurutnya, hubungan kedua daerah memiliki ruang kerja sama yang lebih luas, tidak hanya menyangkut kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga potensi kawasan yang dapat dikembangkan bersama.
“Mudah-mudahan kita bisa berkolaborasi. Bukan hanya masalah warga, tetapi saya pikir ini juga menyangkut potensi strategis lintasan Selat Malaka,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Kasmarni turut memaparkan upaya Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam melanjutkan pembangunan di berbagai sektor. Meski menghadapi keterbatasan kemampuan keuangan daerah, pemerintah kabupaten terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat guna memperjuangkan dukungan pembangunan, termasuk untuk sektor pendidikan.
Menutup sambutannya, Kasmarni menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak diukur dari besarnya nama, melainkan dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Ia meminta pengurus IKKB membangun kepedulian, memperkuat kebersamaan, serta membuka ruang bagi seluruh warga Bengkalis di Karimun tanpa membedakan latar belakang maupun status sosial.
“Jangan jadikan organisasi ini hanya besar dalam nama, tetapi harus kuat dalam kebersamaan dan nyata dalam pengabdian. Rangkul seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis yang ada di Kabupaten Karimun tanpa membedakan latar belakang maupun status sosial,” pesan Kasmarni.
Kepengurusan IKKB masa bakti 2025–2030 diharapkan mampu menerjemahkan amanah tersebut melalui program dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata. Organisasi ini juga diharapkan menjadi penghubung yang memperluas kerja sama Bengkalis dan Karimun, sehingga hubungan kedua daerah tidak hanya terjalin melalui ikatan masyarakat, tetapi juga berkembang dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan bersama.**












