Banner Website
Daerah

Menjaga Laju Kemajuan, Sleman Tegaskan Pembangunan Berintegritas dan Berdampak Nyata

104
×

Menjaga Laju Kemajuan, Sleman Tegaskan Pembangunan Berintegritas dan Berdampak Nyata

Sebarkan artikel ini
Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, Nur Fitri Handayani, berada di posisi tengah, didampingi Sekretaris Inspektorat Kabupaten Sleman, Tintin Marlina, di sisi kanan. Sleman, Kamis (30/4/2026)./R45/Ags.w

Rakyat45.com, Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan arah pembangunan yang bertumpu pada akuntabilitas, integritas, dan kinerja terukur dalam pemaparan capaian tahun 2025. Disampaikan dalam sebuah forum resmi di Ruang Rapat Sembada, Kamis (30/4/2026), laporan ini menghadirkan gambaran menyeluruh tentang kemajuan daerah sekaligus tantangan yang masih perlu dituntaskan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman, Nur Fitri Handayani, memaparkan bahwa perekonomian daerah menunjukkan performa yang melampaui ekspektasi.

Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 6,53 persen, melampaui target yang dipatok pada kisaran 5,11 hingga 5,74 persen. Laju ini ditopang oleh meningkatnya investasi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta stabilitas inflasi yang terjaga di level 2–3 persen.

“Perbaikan juga terlihat pada indikator kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 6,71 persen, lebih rendah dari target yang ditetapkan. Capaian ini tidak lepas dari konsistensi program perlindungan sosial dan inisiatif pendidikan seperti Sleman Pintar Plus yang menyasar kelompok rentan.” ujar Nur Fitri.

Dari sisi kualitas sumber daya manusia, Sleman mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 86,35, masuk kategori sangat tinggi dan melampaui target 85,9. Peningkatan ini ditopang oleh bertambahnya usia harapan hidup yang mencapai 75,81 tahun serta akses pendidikan yang semakin merata.

Meski demikian, sektor infrastruktur masih menyisakan pekerjaan rumah. Persentase jalan dalam kondisi mantap berada di angka 70,98 persen, sedikit di bawah target 71,4 persen. Tekanan dari kendaraan over dimension dan over load (ODOL), tingginya volume lalu lintas, serta faktor cuaca menjadi tantangan utama dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan.

“Penguatan tata kelola pemerintahan turut menjadi sorotan. Sekretaris Inspektorat Sleman, Tintin Marlina, menegaskan komitmen pengawasan terhadap program strategis agar berjalan efektif dan akuntabel. Sepanjang 2025, Inspektorat telah menghasilkan 238 laporan hasil pengawasan, termasuk audit konstruksi yang difungsikan sebagai sistem peringatan dini terhadap potensi penyimpangan.” ucapannya.

Pada sektor kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr. Cahya Purnama, memperkenalkan rangkaian program Pekan Layanan Kesehatan Terpadu dalam rangka Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman. Kegiatan ini akan berlangsung pada 5–7 Mei 2026 di Sleman City Hall, mencakup khitanan massal, operasi katarak gratis, serta layanan kesehatan terpadu bagi masyarakat.

Direktur RSUD Sleman, dr. Wisnu Murti Yani, bersama Direktur RSUD Prambanan, drg. Ratih Susila, menambahkan bahwa layanan yang disediakan meliputi pemeriksaan bagi ibu hamil, balita, hingga lansia. Masyarakat juga akan mendapatkan akses konsultasi dokter spesialis serta skrining kesehatan secara cuma-cuma.

Keseluruhan capaian ini mencerminkan upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menjaga kualitas pembangunan yang tidak hanya bertumbuh secara angka, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

“Dengan sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, Sleman menatap langkah berikutnya: memastikan kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.” pungkasnya.**