Banner Website
Daerah

Hadapi Kemarau, Pemkab Bengkalis Perketat Kesiapsiagaan Karhutla 2026

149
×

Hadapi Kemarau, Pemkab Bengkalis Perketat Kesiapsiagaan Karhutla 2026

Sebarkan artikel ini
Pimpinan daerah bersama unsur Forkopimda melakukan pengecekan peralatan penanggulangan Karhutla usai Apel Siaga di halaman Kantor Bupati Bengkalis, Kamis (4/6/2026)./R45/Leni.

Rakyat45.com, Bengkalis – Pemerintah Kabupaten Bengkalis memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada musim kemarau 2026 melalui Apel Siaga Karhutla yang digelar di halaman Kantor Bupati Bengkalis, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi penegasan kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman kebakaran lahan, khususnya di wilayah bergambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi saat memasuki musim kemarau.

Apel melibatkan seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan bencana, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, hingga perangkat pemerintah daerah yang selama ini terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.

Dalam sambutan tertulis Bupati Bengkalis yang dibacakan dalam kegiatan tersebut, ditegaskan bahwa apel siaga ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Langkah ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dini, mengingat karakteristik wilayah kita yang didominasi lahan gambut dan memiliki kerentanan tinggi terhadap terjadinya kebakaran, terutama saat musim kemarau,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah menetapkan status siaga darurat Karhutla tahun 2026 sebagai langkah mempercepat respons terhadap potensi kebakaran yang meningkat seiring masuknya periode musim kemarau.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Riau termasuk Bengkalis telah memasuki masa transisi musim kemarau pada Mei hingga Juni 2026, dengan puncak suhu diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

Kondisi tersebut menjadi peringatan dini bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan rawan kebakaran.

“Seluruh unsur satuan tugas, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah kecamatan dan desa, dunia usaha, masyarakat peduli api, relawan serta seluruh komponen masyarakat harus menyatukan langkah dan memperkuat kesiapan,” tegasnya.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, kesiapan sarana dan prasarana, serta kecepatan respons di lapangan.

Upaya pencegahan diprioritaskan melalui deteksi dini, patroli terpadu, pemantauan titik rawan, sosialisasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menegaskan komitmen Polres Bengkalis dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan Karhutla secara terpadu bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Dengan apel kesiapsiagaan ini diharapkan seluruh unsur yang terlibat semakin solid dan siap bergerak cepat dalam mencegah serta menanggulangi Karhutla, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir dan keselamatan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, Polres Bengkalis akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh instansi terkait, terutama dalam pengawasan wilayah-wilayah rawan kebakaran.

Usai apel, jajaran Forkopimda bersama instansi terkait melakukan pengecekan langsung peralatan dan sarana penanggulangan Karhutla untuk memastikan kesiapan operasional di lapangan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Bengkalis, di antaranya perwakilan Dandim 0303/Bengkalis, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Agama, TNI AL, BPBD, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya.