Rakyat45.com, Siak – Pemerintah Kabupaten Siak meningkatkan pengawasan di 67 kampung yang memiliki hamparan lahan gambut luas menyusul cuaca panas yang melanda wilayah Riau dalam beberapa pekan terakhir. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meski saat ini Kabupaten Siak masih berstatus nihil titik api.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, mengatakan kewaspadaan harus tetap ditingkatkan karena sebagian besar wilayah rawan tersebut berada di kawasan gambut yang mudah terbakar saat musim panas berkepanjangan.
“Kami ingatkan kita semua selalu waspada kebakaran lahan. Terutama kampung di Siak yang didominasi ekosistem lahan gambut cukup luas dan langganan Karhutla,” kata Novendra Kasmara kepada Rakyat45.com, Senin (8/6/2026).
BPBD Siak mencatat sedikitnya 67 kampung yang tersebar di sejumlah kecamatan masuk kategori rawan karhutla. Kawasan tersebut berpotensi tinggi mengalami kebakaran ketika curah hujan berkurang dan kondisi lahan gambut mulai mengering.
Meski belum ditemukan titik api berdasarkan pemantauan terbaru, BPBD tetap mengintensifkan langkah pencegahan melalui patroli lapangan, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla.
“Alhamdulillah, hari ini kita nihil firespot. Kemarin sempat terjadi Karhutla di Kecamatan Kandis, namun berkat koordinasi yang baik bersama semua pihak, lahan yang terbakar bisa kita lokalisir dan segera dipadamkan,” sebutnya.
Sebagai langkah antisipasi, seluruh pemerintah kecamatan dan kepala kampung diminta aktif melakukan patroli serta mengawasi aktivitas pembukaan lahan agar tidak dilakukan dengan cara membakar.
“Kami minta semua pihak, jika ditemukan titik api sekecil apa pun, segera lapor ke aparat desa atau kecamatan. Warga juga bisa langsung melapor ke layanan darurat Pemkab Siak melalui Call Center 112 agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat oleh tim reaksi cepat,” terangnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyebut cuaca panas yang terjadi di Riau dipengaruhi masa peralihan menuju musim kemarau. Minimnya tutupan awan membuat suhu udara meningkat dan mengurangi peluang terbentuknya hujan.
BMKG mencatat suhu udara di Riau saat ini berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat pengeringan lahan gambut sehingga meningkatkan risiko terjadinya karhutla apabila tidak diantisipasi sejak dini.***












