Banner Website
Ekbis

Harga Telur dan Ayam Turun di Pekanbaru, Bawang Putih Justru Melonjak

63
×

Harga Telur dan Ayam Turun di Pekanbaru, Bawang Putih Justru Melonjak

Sebarkan artikel ini
Harga Telur dan Ayam Turun di Pekanbaru, Bawang Putih Justru Melonjak
Monitoring ketersediaan dan harga komoditas pangan strategis di Pasar pagi Arengka, Kota Pekanbaru, Rabu (10/6/2026).R45/M

Rakyat45.com, Pekanbaru – Harga pangan Pekanbaru terpantau stabil pasca-Iduladha 2026. Bahkan, sejumlah komoditas strategis mengalami penurunan harga, terutama telur ayam dan daging ayam yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Temuan tersebut berdasarkan hasil monitoring Tim Sapu Bersih (Saber) Harga Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru di Pasar Pagi Arengka, Rabu (10/6/2026).

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Adrizal, mengatakan secara umum tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan pada komoditas pangan strategis. Selain harga yang terkendali, stok kebutuhan pokok juga dipastikan aman dan tersedia.

“Tidak ada yang melonjak signifikan, bahkan, pada beberapa komoditas mengalami penurunan. Penurunan cukup tinggi terjadi pada harga telur ayam dan daging ayam,” kata Adrizal.

Untuk komoditas telur ayam, harga saat ini berada di kisaran Rp44.000 hingga Rp48.000 per papan. Telur grade A dijual Rp48.000 per papan, grade B Rp46.000 per papan, dan grade C Rp44.000 per papan.

Sementara itu, harga ayam potong juga mengalami penurunan dibandingkan beberapa waktu lalu. Dari sebelumnya sekitar Rp29.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp26.000 per kilogram.

“Bahkan, untuk yang berukuran jumbo diperkirakan bisa mencapai Rp25.000 per kilogram. Selain telur dan ayam, harga cabai merah juga terpantau stabil, dan sedikit mengalami penurunan,” katanya.

Dari pantauan Rakyat45.com, harga cabai merah yang sempat menyentuh Rp60.000 per kilogram saat Iduladha kini mulai turun. Cabai merah bukit dijual sekitar Rp50.000 per kilogram, sedangkan cabai merah Medan berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

Di tengah stabilnya harga sejumlah komoditas, bawang putih menjadi satu-satunya bahan pangan yang mengalami kenaikan cukup tajam. Harga bawang putih kini berada di kisaran Rp39.000 hingga Rp40.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

“Mungkin karena faktor nilai tukar rupiah. Sebagaimana diketahui, untuk bawang putih, mayorintas kita masih impor dari luar,” lanjut Adrizal.

Sementara itu, harga beras, gula pasir, dan minyak goreng masih relatif stabil. Pemerintah juga terus menyalurkan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pasar-pasar yang tergabung dalam program SP2HP.

Untuk minyak goreng, khususnya Minyakita, Adrizal memastikan stok masih mencukupi. Namun, di tingkat kios, ketersediaan kemasan satu liter lebih cepat habis karena tingginya permintaan masyarakat.

“Hanya saja, untuk Minyakita, memang tadi dari kios yang kita jadikan sampel tadi, stok yang tersedia hanya untuk Minyakita ukuran 2 kilogram,” ujarnya.

Ia menambahkan pasokan Minyakita kemasan satu liter dari Bulog masih tersedia dan tidak mengalami kendala distribusi.

Monitoring yang dilakukan Tim Saber Harga Pangan bersama unsur Polresta Pekanbaru, Kejaksaan Negeri Pekanbaru, TNI, Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Pertanian bertujuan memastikan pasokan pangan tetap aman serta mencegah praktik permainan harga di pasaran.

“Kita juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berbelanja seperlunya dan tidak terpengaruh oleh provokasi tentang lonjakan harga sehingga melakukan panic buying. Tidak ada yang boleh bermain-main dengan harga komoditas pangan, apalagi yang telah ditetapkan pemerintah untuk Harga Eceran Tertingginya,” pungkasnya.***