Rakyat45.com, Pekanbaru – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau, Abdullah, meluruskan informasi yang berkembang terkait dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau.
Menurutnya, tidak benar jika program MBG disebut menjadi penyebab turunnya PAD. Justru berdasarkan data yang dimiliki DPRD Riau, PAD Provinsi Riau mengalami peningkatan signifikan sebesar Rp340 miliar.
Abdullah menegaskan bahwa Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto tidak pernah menyampaikan adanya penurunan PAD akibat pelaksanaan program MBG. Pernyataan yang disampaikan sebelumnya hanya berkaitan dengan penurunan retribusi dari kantin sekolah.
“PAD justru naik Rp340 miliar. Dan Pak Plt Gubernur tidak pernah menyampaikan bahwa PAD turun oleh MBG. Kenyataannya, retribusi dari kantin sekolah turun Rp77 juta. Di data kami benar,” ungkap Abdullah, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan, penurunan retribusi kantin sekolah tersebut nilainya relatif kecil dan tidak memberikan pengaruh terhadap struktur pendapatan daerah secara keseluruhan.
Dari pantauan Rakyat45.com, Selasa (23/6/2026), DPRD Riau menilai perlu adanya pemahaman yang utuh antara penurunan retribusi pada sektor tertentu dengan capaian PAD secara keseluruhan agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat.
Abdullah mengatakan, Plt Gubernur Riau selama ini juga mendukung penguatan peran kantin sekolah. Bahkan, gagasan integrasi kantin sekolah dengan Program Makan Bergizi Gratis pernah disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari ekosistem pemenuhan gizi nasional.
Menurutnya, substansi yang disampaikan Plt Gubernur berkaitan dengan retribusi kantin sekolah, bukan mengenai penurunan PAD. Sebaliknya, realisasi PAD Provinsi Riau justru menunjukkan tren peningkatan.
“Ini poin penting yang kami serap di DPRD. Ada kenaikan PAD saat ini,” ucapnya.
Selain berdampak terhadap perputaran ekonomi, program MBG juga dinilai memberikan efisiensi terhadap belanja daerah. Salah satu manfaat yang dirasakan adalah pengurangan pengeluaran pemerintah untuk kebutuhan makan siang siswa pada sekolah berasrama.
“Bahkan terjadi penghematan belanja belasan miliar dibanding penurunan retribusi kantin sekolah yang hanya puluhan juta, tentu sebuah efektivitas belanja di daerah,” kata Sekretaris Fraksi PKS DPRD Riau tersebut.
Abdullah menambahkan, pertumbuhan PAD sebesar Rp340 miliar secara year on year (YoY) turut ditopang oleh aktivitas ekonomi yang tercipta dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Program tersebut tidak hanya menggerakkan sektor usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Berdasarkan data yang dipaparkan, aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan MBG di Riau telah menyerap sebanyak 31.371 tenaga kerja serta mendorong peningkatan penerimaan dari sektor pajak bahan bakar hingga pertengahan tahun 2026.***












