Rakyat45.com, Bengkalis – Insiden kapal menabrak fasilitas pelabuhan kembali terjadi di Kabupaten Bengkalis. Kapal Motor Penyeberangan (KMP) RoRo Sereia Domar milik PT Surya Timur Line (STL) yang melayani lintasan Air Putih Bengkalis–Sungai Selari Pakning dilaporkan menabrak pagar Dermaga Pelabuhan Kargo Bumi Laksamana Jaya (BLJ), Jalan Syahbandar II, Desa Air Putih, Selasa (23/6/2026) malam.
Benturan terjadi saat kapal melakukan manuver untuk merapat ke dermaga. Rekaman video yang beredar memperlihatkan lambung kapal menghantam pagar pembatas pelabuhan yang terbuat dari besi pipa dengan tiang coran beton hingga mengalami kerusakan cukup parah.
Suara benturan keras membuat sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi, termasuk yang sedang memancing di kawasan pelabuhan, terkejut. Beberapa di antaranya menduga nahkoda kehilangan kendali saat proses sandar berlangsung.
Peristiwa tersebut kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan operasional kapal serta perlindungan aset milik daerah. Warga menilai kondisi pagar pelabuhan menunjukkan kerusakan yang diduga bukan hanya akibat insiden terbaru, melainkan juga benturan kapal yang terjadi sebelumnya.
“Kalau dilihat, pagar-pagar yang rusak itu bukan hanya akibat kejadian malam ini. Banyak bagian yang tampak merupakan bekas kapal yang pernah melanggar sebelumnya. Kalau kejadian seperti ini terus berulang, masyarakat tentu bertanya-tanya apakah prosedur sandar kapal sudah dijalankan dengan benar,” ujar seorang warga kepada media ini, Rabu (24/6/2026). kepada Rakyat45.com.
Menurut warga, kerusakan yang berulang menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan standar operasional pelayaran di kawasan pelabuhan tersebut.
“Jangan sampai terkesan aset daerah ini tidak dihargai. Melihat kejadian yang terus berulang, seolah-olah nahkoda kapal tidak memahami cara mengoperasikan kapal saat bersandar atau menganggap fasilitas pelabuhan ini tidak perlu dijaga. Padahal pelabuhan ini merupakan aset daerah yang dibangun untuk kepentingan masyarakat,” lanjutnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan telah berkoordinasi dengan PT Surya Timur Line terkait kerusakan yang terjadi.
“Kepala UPT sudah berunding dengan PT STL, mereka bertanggung jawab dan akan memperbaiki,” ujar Ardiansyah saat dikonfirmasi, Rabu malam.
Pernyataan serupa juga disampaikan penanggung jawab PT STL di Bengkalis, Tommy. Ia memastikan perusahaan telah berkoordinasi dengan Bidang Kepelabuhanan dan UPT Pelabuhan Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis untuk menindaklanjuti kerusakan fasilitas pelabuhan.
“Kita sudah koordinasikan sama Pak Kabid dan Ka UPT. Kita akan segera lakukan perbaikan. Terima kasih,” katanya.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak perusahaan mengenai penyebab pasti insiden maupun langkah evaluasi yang akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden kapal menabrak pagar di kawasan pelabuhan tersebut disebut bukan pertama kali terjadi. Sejumlah bagian pagar terlihat mengalami kerusakan lama yang diduga akibat benturan kapal pada kejadian sebelumnya.
Di sisi lain, keberadaan Pelabuhan Kargo BLJ juga kembali menjadi sorotan masyarakat. Pelabuhan yang dibangun menggunakan anggaran daerah bernilai puluhan miliar rupiah pada era Bupati Syamsurizal itu disebut belum pernah berfungsi optimal sebagai pelabuhan bongkar muat karena belum dilengkapi fasilitas pendukung yang memadai.
“Pelabuhan kargo BLJ itu dibangun era Bupati Syamsurizal, tapi sampai sekarang tidak difungsikan,” ujar Devi, warga Bengkalis.
Masyarakat berharap insiden ini tidak hanya berakhir pada perbaikan pagar yang rusak, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan pelayaran, kualitas manuver kapal saat bersandar, serta perlindungan aset-aset strategis milik daerah agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.**











