Rakyat45.com, Siak – Pemerintah Kabupaten Siak mulai merealisasikan pembangunan Rumah Singgah Kesehatan gratis bagi pasien dan keluarga pasien kurang mampu. Program sosial tersebut diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan tempat tinggal sementara saat menjalani pengobatan di Kota Siak.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Siak Afni Zulkifli bersama Wakil Bupati Siak Syamsurizal dalam kegiatan Launching Bulan Wakaf Nasional yang digelar di halaman Gedung Graha Baznas Kabupaten Siak, Rabu (24/6/2026).
Rumah singgah tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Badan Wakaf Indonesia (BWI), Baznas, Pemerintah Kabupaten Siak, perusahaan swasta, dan masyarakat melalui gerakan wakaf produktif.
Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan pembangunan rumah singgah berangkat dari banyaknya keluhan masyarakat yang datang berobat ke Siak, terutama dari kalangan ekonomi lemah yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk tempat menginap.
“Saya banyak menerima keluah masyarakat, terutama pasien dari keluarga tidak mampu yang berobat ke Siak. Kesulitan mencari tempat menginap begitu juga keluarga yang mendampingi pasien berobat karena keterbatasan biaya. Mudah-mudahan rumah singgah ini benar-benar diperuntukkan bagi mereka yang tinggal jauh dan keluarga tidak mampu sangat membutuhkan,” ujar Afni.
Menurutnya, wakaf tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga dapat menjadi instrumen pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Afni menegaskan, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, termasuk lembaga sosial, dunia usaha, serta masyarakat.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Kami sangat terbantu dengan adanya Baznas, BWI, perusahaan, dan berbagai organisasi yang kerjasama untuk masyarakat. Inilah bentuk kolaborasi kita bersama,” katanya.
Kepada Rakyat45.com, Rabu (24/6/2026), Afni juga mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk memperkuat budaya wakaf sebagai bentuk kepedulian sosial yang berkelanjutan.
“Kami bukan meminta atau mengemis, tapi kami mengajak dan mengedukasi kepada seluruh masyarakat termasuk dunia usaha. InsyaAllah inilah nantinya yang bisa menjadi saksi kita di akhirat ditengah banyaknya dosa kita di dunia, Insyallah berkah,“ ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Siak Syamsurizal yang juga menjabat Ketua BWI Kabupaten Siak menjelaskan rumah singgah akan dibangun di atas lahan milik Baznas dan diperuntukkan bagi pasien maupun keluarga pasien yang membutuhkan tempat tinggal selama proses pengobatan.
Ia menyebutkan, rumah singgah tersebut dirancang memiliki sekitar 10 kamar dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp1,2 miliar. Saat ini dana wakaf yang telah terkumpul sudah melebihi Rp100 juta, termasuk kontribusi dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Siak.
“Rumah singgah ini akad kita pada tahun ini, ini perdana dan nantinya gratis untuk pasien dan keluarga pasien yang betul-betul membutuhkan. Kita ingin masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit tidak lagi terbebani biaya tempat tinggal selama mendampingi anggota keluarganya berobat,” kata Syamsurizal.
Pembangunan rumah singgah ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu tahun. Kehadirannya diharapkan dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu yang harus menjalani pengobatan dalam jangka waktu lama di Siak.
Pantauan Rakyat45.com, selain peletakan batu pertama rumah singgah, kegiatan Bulan Wakaf Nasional juga dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama penguatan gerakan wakaf, penyerahan sertifikat tanah wakaf, serta pemberian santunan kepada 10 anak yatim.***












