Banner Website
Ekbis

Di Tengah Padatnya Aktivitas, BRImo Jadi Andalan Winda Mengelola Waktu dan Keuangan

70
×

Di Tengah Padatnya Aktivitas, BRImo Jadi Andalan Winda Mengelola Waktu dan Keuangan

Sebarkan artikel ini
Di Tengah Padatnya Aktivitas, BRImo Jadi Andalan Winda Mengelola Waktu dan Keuangan
Winda Oktavia, 27 tahun. Karyawan swasta yang bekerja di MeetUp Coworking dan Office Space Pekanbaru. (R45/Marianus)

RAKYAT45.COM – Di sela kesibukan Kota Pekanbaru yang terus bergerak sejak pagi, setiap menit menjadi sesuatu yang berharga. Bagi banyak pekerja, berpindah dari satu urusan ke urusan lain sudah menjadi rutinitas. Di tengah ritme itulah, kemudahan mengakses layanan keuangan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan yang membantu menjaga produktivitas sepanjang hari.

Hal itu dirasakan betul oleh Winda Oktavia, 27 tahun. Karyawan swasta yang bekerja di MeetUp Coworking dan Office Space Pekanbaru ini harus membagi waktunya antara pekerjaan, kehidupan rumah tangga sebagai seorang istri, dan usaha sampingan yang tetap ingin ia jalankan.

Selama dua tahun terakhir, Winda menemukan cara agar seluruh aktivitas itu berjalan lebih ringan. Melalui Super Apps BRImo dari BRI, berbagai kebutuhan transaksi kini dapat ia selesaikan hanya dari genggaman tangan.

“Semua jadi mudah berkat BRImo, isi token listrik, beli pulsa, bayar ansuransi, hingga kirim THR (Tunjangan Hari Raya) ke saudara, semua bisa dilakukan dari ponsel. Lebih praktis dan menghemat waktu,” kata Winda sambil tersenyum, Selasa 30 Juni 2026.

Bagi perempuan yang tinggal di Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai Barat itu, kemudahan bukan hanya soal banyaknya fitur yang tersedia. Ia juga mengaku dapat membuka akun BRImo tanpa harus datang ke kantor bank.

Pilihan itu membuatnya tidak perlu memasang banyak aplikasi untuk kebutuhan transaksi yang berbeda. Terlebih, sebagian besar klien yang ia layani juga merupakan nasabah BRI sehingga berbagai transaksi dapat dilakukan dengan lebih praktis.

“Semua sudah ada di aplikasinya, makanya saya langsung bikin BRImo dari rumah. Bagi saya aplikasi ini sangat membantu, apalagi saat hari sibuk atau ada kebutuhan mendesak,” ujarnya.

Kemudahan itu semakin terasa ketika usaha sampingan yang ia jalankan membutuhkan respons cepat. Selain bekerja di kantor, Winda juga mengelola konter pulsa dan layanan top up e-wallet. Tidak jarang penjaga konternya menghubungi karena saldo transaksi tiba-tiba habis ketika pelanggan sedang ramai.

Dalam situasi seperti itu, ia tidak perlu meninggalkan pekerjaan atau meminta izin keluar kantor.

“Saya juga ada usaha sampingan konter pulsa dan top up e-wallet. Kadang yang jaga konter mendadak kasih tahu saldo habis, saya enggak perlu repot-repot harus izin keluar kantor. Tinggal buka BRImo, beres,” katanya.

Selain mendukung usahanya, dompet digital atau e-wallet di BRImo juga dimanfaatkan Winda untuk berbagai transaksi online maupun offline. Ia pun mengaku senang karena banyak merchant BRI yang menawarkan berbagai promo bagi pengguna BRImo.

Pengalaman menggunakan BRImo selama ini, menurutnya, berjalan lancar. Navigasi aplikasi dinilai intuitif, mudah dipahami, dan memberikan rasa aman melalui verifikasi dua tahap. Ketika sempat mengalami gangguan server, layanan pelanggan juga dinilainya memberikan respons yang cepat.

Bagi Winda, BRImo kini bukan lagi sekadar aplikasi transaksi. Kehadirannya telah menjadi bagian dari rutinitas yang membantu mengatur waktu dan keuangan, termasuk melalui fitur pembayaran otomatis untuk tagihan rutin sehingga ia tidak lagi khawatir terlambat membayar dan dikenai denda.

Cerita Winda menjadi gambaran bagaimana layanan digital semakin menyatu dengan kehidupan masyarakat. Regional CEO BRI Pekanbaru, Dian Kesuma Wardhana, mengatakan BRImo saat ini menjadi pilar utama transformasi digital BRI dan merupakan layanan digital yang paling banyak dimanfaatkan nasabah.

Hingga akhir 2025, BRImo telah digunakan sekitar 45,9 juta pengguna di seluruh Indonesia. Sepanjang tahun 2025, aplikasi tersebut memproses sekitar 5,6 miliar transaksi dengan nilai lebih dari Rp7.000 triliun. Sebanyak 99,1 persen transaksi BRI kini dilakukan melalui kanal digital, mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital.

Beragam fitur yang paling sering dimanfaatkan nasabah meliputi transfer antarrekening dan antarbank, pembayaran menggunakan QRIS, top up e-wallet, pembayaran berbagai tagihan seperti listrik, air, internet, dan BPJS, pembelian pulsa serta paket data, tarik tunai tanpa kartu, hingga pembukaan rekening secara digital.

Besarnya jumlah pengguna dan volume transaksi tersebut menunjukkan bahwa BRImo telah menjadi bagian dari aktivitas keuangan sehari-hari masyarakat yang membutuhkan layanan cepat, mudah, dan aman.

Menurut Dian Kesuma Wardhana, digitalisasi perbankan juga berperan besar dalam memperluas akses layanan keuangan hingga daerah terpencil. Melalui BRImo dan jaringan Agen BRILink, masyarakat tidak lagi bergantung pada kantor cabang untuk melakukan berbagai transaksi.

Layanan digital memungkinkan masyarakat mengecek saldo, mentransfer dana, membayar tagihan, membeli pulsa dan paket data, hingga mengelola rekening secara mandiri tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Kondisi ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga menekan biaya transportasi.

Digitalisasi juga mempercepat penyaluran berbagai program pemerintah, termasuk bantuan sosial yang dapat langsung diterima masyarakat secara lebih cepat, aman, dan transparan.

Bagi pelaku UMKM, petani, nelayan, maupun pedagang, layanan digital membuka peluang yang lebih luas. Mereka dapat menerima pembayaran melalui QRIS, memantau transaksi secara real time, hingga memperoleh akses pembiayaan dengan proses yang semakin mudah.

Di sisi lain, digitalisasi turut mendorong peningkatan inklusi keuangan. Masyarakat yang sebelumnya belum terjangkau layanan perbankan kini memiliki kesempatan membuka rekening dan menyimpan dana dengan lebih aman dibandingkan menyimpan uang tunai di rumah.

Kemudahan tersebut juga dirasakan masyarakat yang bekerja jauh dari keluarga karena pengiriman uang kini dapat dilakukan secara instan melalui layanan digital.

Untuk memperkuat akses, BRI juga mengembangkan jaringan Agen BRILink hingga ke pelosok desa. Agen BRILink melayani setor tunai, tarik tunai, transfer, hingga pembayaran berbagai tagihan sehingga masyarakat tidak perlu selalu datang ke kantor cabang.

Meski demikian, keberhasilan digitalisasi tetap dipengaruhi oleh ketersediaan jaringan internet, kepemilikan smartphone, tingkat literasi digital dan keuangan masyarakat, serta kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan siber.

Karena itu, keamanan transaksi menjadi salah satu prioritas utama BRI. Berbagai langkah dilakukan melalui sistem autentikasi berlapis, enkripsi data, pemantauan transaksi secara real time, pengamanan perangkat dan aplikasi, serta notifikasi setiap transaksi agar nasabah dapat segera mengetahui apabila terdapat aktivitas yang tidak dikenali.

BRI juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan OTP, PIN, maupun password kepada siapa pun, mewaspadai berbagai modus phishing melalui SMS, telepon, email, maupun media sosial, serta selalu menggunakan aplikasi dan kanal resmi BRI. Nasabah juga diimbau mengaktifkan fitur biometrik, menggunakan PIN dan password yang kuat, memperbarui aplikasi secara berkala, serta segera menghubungi layanan resmi apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

Sepanjang 2025, pertumbuhan BRImo terus menunjukkan tren positif. Jumlah pengguna meningkat dari 38,61 juta pada 2024 menjadi 45,90 juta pengguna pada 2025 atau tumbuh 18,9 persen. Volume transaksi naik dari 4,34 miliar menjadi 5,60 miliar transaksi atau meningkat 29 persen. Nilai transaksi pun melonjak dari Rp5.596 triliun menjadi Rp7.057 triliun atau tumbuh 26,1 persen.

Pertumbuhan tersebut juga tercermin di Provinsi Riau seiring meningkatnya adopsi layanan digital oleh masyarakat dan pelaku UMKM.

Untuk mendukung perkembangan itu, BRI terus memperluas edukasi literasi digital melalui jaringan Agen BRILink, kantor cabang, unit kerja, website resmi, media sosial, video tutorial, webinar, seminar daring, hingga pelatihan bagi pelaku UMKM mengenai QRIS, pembayaran digital, pencatatan transaksi elektronik, dan keamanan siber.

Di balik jutaan transaksi yang tercatat setiap hari, tersimpan ribuan kisah seperti yang dialami Winda. Kisah tentang seseorang yang berusaha memanfaatkan waktu sebaik mungkin, menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan usaha yang dirintisnya.

Di tangannya, BRImo bukan hanya aplikasi di layar ponsel. Ia telah menjadi teman yang membantu setiap aktivitas berjalan lebih sederhana, lebih cepat, dan memberi ruang agar waktu yang tersisa dapat digunakan untuk hal-hal yang benar-benar berarti.

Apabila artikel ini ditujukan untuk media massa atau portal berita, saya juga bisa Sesuaikan artikel dengan gaya feature khas Kompas, Tempo, atau National Geographic Indonesia tanpa mengubah fakta yang ada.***

Di Tengah Padatnya Aktivitas, BRImo Jadi Andalan Winda Mengelola Waktu dan Keuangan