Banner Website
Daerah

SPMB SD Pekanbaru 2026 Dibuka, Jalur Domisili Diserbu 5.838 Pendaftar di Hari Pertama

64
×

SPMB SD Pekanbaru 2026 Dibuka, Jalur Domisili Diserbu 5.838 Pendaftar di Hari Pertama

Sebarkan artikel ini
SPMB SD Pekanbaru 2026, Jalur Domisili Dominasi Pendaftar
SPMB SD Pekanbaru 2026 langsung diserbu calon peserta didik pada hari pertama pembukaan pendaftaran. Jalur domisili menjadi pilihan terbanyak dengan total 5.838 pendaftar hingga Senin (29/6/2026) sore. (R45/Y)

Rakyat45.com, Pekanbaru – SPMB SD Pekanbaru 2026 langsung diserbu calon peserta didik pada hari pertama pembukaan pendaftaran. Jalur domisili menjadi pilihan terbanyak dengan total 5.838 pendaftar hingga Senin (29/6/2026) sore.

Data Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menunjukkan, selain jalur domisili, pendaftar melalui jalur afirmasi tercatat sebanyak 193 orang. Sementara jalur mutasi baru diikuti 21 pendaftar.

Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026, kuota jalur domisili disediakan sebanyak 10.125 kursi. Adapun kuota jalur afirmasi mencapai 2.243 kursi dan jalur mutasi sebanyak 638 kursi.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan mengatakan orang tua calon peserta didik dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui laman resmi SPMB SD.

“Orangtua bisa memilih pendaftaran di tiga jalur yang ada, seperti Jalur Domisili, Jalur Affirmasi dan Jalur Mutasi,” kata Alek Kurniawan kepada Rakyat45.com, Selasa (30/6/2026).

Ia menyebutkan pendaftaran SPMB SD Negeri di Kota Pekanbaru berlangsung selama tiga hari dan dapat diakses melalui laman sd.spmbpekanbaru.id.

Tingginya antusiasme masyarakat pada hari pertama pendaftaran juga berdampak pada performa sistem. Lonjakan akses membuat server sempat mengalami gangguan sehingga proses pendaftaran berjalan lebih lambat.

“Memang kita akui, sebuah sistem aplikasi, itu pasti ada kekurangan, yang mendaftar jadi agak lambat,” terangnya kepada Rakyat45.com.

Menurut Alek, proses pemuatan (loading) laman SPMB menjadi lebih lama karena seluruh proses pendaftaran terpusat pada sistem tersebut.

“Kita akan terus monitor SPMB, serta evaluasi agar proses pendaftaran tetap bisa berjalan,” pungkasnya.***