Banner Website
Daerah

Mahasiswa KKN FISIP Universitas Riau Belajar Bisnis Ternak Puyuh, Gali Peluang UMKM Warga

58
×

Mahasiswa KKN FISIP Universitas Riau Belajar Bisnis Ternak Puyuh, Gali Peluang UMKM Warga

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN FISIP Universitas Riau Belajar Bisnis Ternak Puyuh
Mahasiswa semester empat dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Riau mengunjungi DeKings Farm dan Kelompok Ternak Pemuda Trans Bersatu di Komplek Trans Jasa Industri, Jalan Cipta Karya, Pekanbaru, Selasa (30/6/2026). R45/Y

Rakyat45.com, Pekanbaru – Mahasiswa KKN FISIP Universitas Riau turun langsung mempelajari pengelolaan peternakan burung puyuh petelur di Pekanbaru. Tak hanya belajar proses budidaya, mereka juga menggali peluang usaha yang dapat mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sebanyak 12 mahasiswa semester empat dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Riau mengunjungi DeKings Farm dan Kelompok Ternak Pemuda Trans Bersatu di Komplek Trans Jasa Industri, Jalan Cipta Karya, Pekanbaru, Selasa (30/6/2026).

Selama kunjungan, para mahasiswa mengamati secara langsung proses pemanenan telur, pemberian pakan, hingga perawatan burung puyuh. Mereka didampingi petugas Bidang Mutu, Wahidun, serta petugas Bidang Kemitraan dan Niaga, Rian Hidayat.

Suasana panen berlangsung di tengah rintik hujan. Para mahasiswa tampak antusias menyusun telur segar ke dalam tray sambil merasakan pengalaman memanen langsung dari kandang.

“Telurnya masih hangat, kadang masih ada hangat badan si puyuh. Cangkangnya totol-totol, telurnya glowing,” ungkap salah seorang mahasiswi saat kegiatan yang dipantau Rakyat45.com, Selasa (30/6/2026).

Mahasiswa lainnya mengaku baru pertama kali melihat proses produksi telur puyuh secara langsung.

“Boleh tiap hari panen telurnya. Boleh pegang burung puyuhnya, ini bertelur tiap hari ya,” celetuk seorang mahasiswa saat kegiatan yang dipantau Rakyat45.com.

Selain praktik di lapangan, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi itu juga berdiskusi dengan peternak mengenai tantangan usaha, mulai dari harga pakan, fluktuasi harga telur, hingga strategi pemasaran.

Ketua Kelompok KKN FISIP Berdampak Membangun Negeri, M. Favian Abdullah, menanyakan pola distribusi hasil produksi yang dilakukan peternak.

“Kondisi pasar dan penjualan bagaimana. Apakah ke agen atau seperti apa ya,” tanyanya.

Ketua Kelompok Ternak Pemuda Trans Bersatu, Raja Adil Siregar, menjelaskan bahwa pemasaran lebih banyak dilakukan langsung kepada konsumen dan warung di sekitar lokasi peternakan.

“Pasar kita langsung ke konsumen atau warung-warung sekitar. Tentunya harga dapat bersaing karena telur yang dijual dalam kondisi fresh, kita libatkan pelaku UMKM juga dan masyarakat sekitar untuk penjualannya,” jelas Raja kepada Rakyat45.com.

Menurut Raja, potensi usaha burung puyuh tidak hanya berasal dari penjualan telur. Burung afkir masih memiliki nilai ekonomi sebagai produk pedaging, sementara limbah kotoran dimanfaatkan menjadi pupuk organik untuk mendukung program ketahanan pangan masyarakat.

“Manfaatnya banyak, telurnya bisa dijual. Lalu kalau sudah afkir bisa jadi pedaging dan kotorannya kita jadikan pupuk untuk tanaman program anggota PKK. Sekarang ini sudah ada beberapa kita uji coba, rencana akan dikembangkan lebih banyak,” paparnya.

Ia juga mengungkapkan, warga sekitar turut diberdayakan dalam pengolahan telur puyuh menjadi makanan siap saji ketika terdapat pesanan untuk berbagai acara.

“Kalau ada pesan telur olahan, warga di sini juga yang mengerjakan. Tentu ini menjadi peluang tersendiri,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Soleman, menyambut positif kegiatan mahasiswa KKN yang dinilai mampu membuka ruang kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat.

“Ini adalah momentum penting. Kami yang berkecimpung di peternakan ini tentunya menyambut baik kehadiran adik-adik KKN. Bisa bertukar pikiran dan berkolaborasi ya,” tuturnya kepada Rakyat45.com.

Ia berharap kunjungan tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menyusun program pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran sekaligus menumbuhkan minat berwirausaha di sektor peternakan.

Mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut yakni M Favian Abdullah, Angga Syahputra, Anggun Syafitri, Annisa Zahra, Avril Ebriyan Hadi, Bima Aulia, Irfan Fadhly, Indri Asmarani, Rifkiansyah Zaidan, Naurah Nazhiraah, Rakha Muhammad, dan Yudhistira Wicaksono.***