Rakyat45.com, Pekanbaru – Harga TBS Riau untuk kelapa sawit produksi pekebun mitra swadaya kembali mengalami kenaikan pada periode 29 Juli hingga 4 Agustus 2026. Berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga TBS Dinas Perkebunan Provinsi Riau, kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok tanaman berumur 9 tahun yang kini mencapai Rp3.913,28 per kilogram.
Dari pantauan Rakyat45.com, Selasa (28/7/2026), kenaikan tertinggi tercatat sebesar Rp67,29 per kilogram atau naik 1,75 persen dibandingkan periode sebelumnya. Harga tersebut berlaku selama satu pekan ke depan bagi pekebun mitra swadaya di Provinsi Riau.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Dr. Defris Hatmaja, SP, M.Si, mengatakan penetapan harga TBS minggu ke-27 tahun 2026 masih mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra serta Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025.
“Hasil kesepakatan Tim Penetapan Harga menetapkan harga TBS menggunakan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 sehingga harga berlaku untuk tanaman berumur 3 sampai 30 tahun. Berdasarkan hasil kajian rendemen dari PPKS Medan, kenaikan harga tertinggi terjadi pada kelompok umur 9 tahun sebesar Rp67,29 per kilogram sehingga harga pembelian TBS menjadi Rp3.913,28 per kilogram,” kata Defris.
Menurut Defris, penguatan harga TBS pekan ini dipicu oleh meningkatnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan terutama harga kernel yang mengalami lonjakan cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan oleh tim untuk mitra swadaya mengalami kenaikan. Kenaikan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor naiknya harga CPO dan kernel,” ujarnya.
Data Tim Penetapan Harga menunjukkan harga penjualan CPO naik Rp130,44 per kilogram, sementara harga kernel meningkat lebih tinggi yakni Rp837,88 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya. Dalam perhitungan tersebut digunakan Indeks K sebesar 92,40 persen dengan harga cangkang Rp24,45 per kilogram.
Defris menjelaskan, terdapat sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan penjualan pada periode ini. Sesuai ketentuan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16, harga CPO dan kernel yang digunakan merupakan harga rata-rata tim. Jika masuk kategori validasi dua, maka acuan yang digunakan adalah harga rata-rata KPBN.
“Harga rata-rata CPO KPBN periode ini sebesar Rp15.737,50 per kilogram dan harga kernel KPBN periode ini sebesar Rp14.593,00 per kilogram,” jelasnya.
Ia menegaskan Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga terus memperbaiki tata kelola penetapan harga agar tetap sesuai regulasi sekaligus memberikan rasa keadilan bagi pekebun maupun perusahaan yang bermitra.
“Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra. Komitmen bersama yang didukung Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau ini pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Daftar Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Swadaya Riau Periode 29 Juli–4 Agustus 2026
Umur 3 tahun: Rp3.031,79/kg
Umur 4 tahun: Rp3.380,18/kg
Umur 5 tahun: Rp3.626,30/kg
Umur 6 tahun: Rp3.765,66/kg
Umur 7 tahun: Rp3.850,72/kg
Umur 8 tahun: Rp3.897,19/kg
Umur 9 tahun: Rp3.913,28/kg
Umur 10–20 tahun: Rp3.873,28/kg
Umur 21 tahun: Rp3.808,76/kg
Umur 22 tahun: Rp3.734,25/kg
Umur 23 tahun: Rp3.649,53/kg
Umur 24 tahun: Rp3.585,32/kg
Umur 25 tahun: Rp3.532,70/kg
Umur 26 tahun: Rp3.513,73/kg
Umur 27 tahun: Rp3.484,46/kg
Umur 28 tahun: Rp3.428,93/kg
Umur 29 tahun: Rp3.388,07/kg
Umur 30 tahun: Rp3.294,66/kg
Data Pendukung:
Indeks K: 92,40 persen
BOTL: 0,77 persen
Harga CPO: Rp15.795,00/kg
Harga Kernel: Rp14.983,02/kg
Harga Cangkang: Rp24,45/kg
Harga rata-rata CPO KPBN: Rp15.737,50/kg
Harga rata-rata Kernel KPBN: Rp14.593,00/kg










