Banner Website
Nasional

Amankan Arus Nataru, BPJN Riau Siagakan 12 Posko Pantau dan Alat Berat

100
×

Amankan Arus Nataru, BPJN Riau Siagakan 12 Posko Pantau dan Alat Berat

Sebarkan artikel ini
Amankan Arus Nataru, BPJN Riau Siagakan 12 Posko Pantau dan Alat Berat
Ilustrasi: Posko Nataru (Foto: Akal Imitasi/AI)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau menyiagakan 12 posko pantau selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Posko tersebut ditempatkan di sejumlah ruas jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Riau dengan daerah tetangga.

Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak, mengatakan posko didirikan untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dan layak dilalui selama meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa libur akhir tahun. Petugas serta alat berat disiagakan untuk mengantisipasi kerusakan jalan maupun kejadian darurat seperti banjir dan longsor.

“Sebanyak 12 posko pantau kami siapkan selama Nataru. Di setiap posko ada petugas dan alat berat agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat bila terjadi gangguan pada ruas jalan,” ujar Yohanis, Rabu (24/12/2025).

Selain sebagai pusat pemantauan, posko tersebut juga dapat dimanfaatkan pengguna jalan untuk beristirahat sejenak dan memperoleh informasi terkini mengenai kondisi ruas jalan nasional di Riau.

Posko pantau BPJN Riau tersebar di antaranya pada ruas Simpang Balam-Simpang Batang, Simpang Batang-Simpang Kullim, Duri-Kandis, Rantau Berangin-batas Sumatera Barat, Simpang Ujung Tanjung-Bagan Siapi-api, serta Simpang Kayu Ara-batas Kabupaten Pelalawan.

Posko lainnya berada di ruas Simpang Lago-Siak Sri Indrapura, Simpang Lago-Sorek, Pematang Reba-Siberida, Tempuling-Tembilahan, ruas batas Teluk Kuantan-Muara Lembu, serta Teluk Kuantan-batas Sumatera Barat.

Yohanis menjelaskan, total panjang jalan nasional di Provinsi Riau mencapai 1.258,90 kilometer dengan kondisi yang bervariasi. Jalan dengan kondisi baik sepanjang 545,51 kilometer atau 43,37 persen, sedangkan kondisi sedang mencapai 623,55 kilometer atau 49,57 persen.

Adapun ruas jalan yang mengalami rusak ringan sepanjang 86,06 kilometer atau 6,84 persen, sementara rusak berat tercatat 3,80 kilometer atau 0,22 persen dari total jalan nasional.

Selain jalan, BPJN Riau juga menangani 364 unit jembatan. Dari jumlah tersebut, 11 jembatan dalam kondisi rusak ringan, 320 jembatan rusak sedang, dan 33 jembatan mengalami kerusakan berat.

BPJN Riau turut memetakan sejumlah titik rawan bencana, seperti ruas Siak Sri Indrapura–Mengkapan Buton Km 147 dan Simpang Lago-Sorek I Km 73 yang rawan banjir. Sementara daerah rawan longsor berada di ruas Rantau Berangin-batas Sumatera Barat, Duri-Kandis-Simpang Palas Siak II Pekanbaru, serta Teluk Kuantan-batas Sumatera Barat.***