Banner Website
Ragam

Yogyakarta Teguh Menjaga Kedamaian dan Nilai Budaya, Menolak Segala Bentuk Kekerasan

45
×

Yogyakarta Teguh Menjaga Kedamaian dan Nilai Budaya, Menolak Segala Bentuk Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, jajaran, tiga bregada, masyarakat adat, dan Paksi Katon berfoto bersama di depan Mapolda DIY usai kirab budaya, Kamis sore (26/2/26)./R45/Ags.w

Rakyat45.com, Yogyakarta – Kawula Ngayogyakarta, yang terdiri dari tokoh masyarakat dan pelaku budaya Jogja, menegaskan komitmennya terhadap ketentraman dan kerukunan melalui aksi damai bertajuk “Pretelan Budhaya Tolak Kekerasan Utamakan Ketentraman”. Aksi ini digelar Kamis, 26 Februari 2026, dengan kirab budaya yang bergerak dari Terminal Condongcatur menuju halaman Mapolda DIY.

Kirab budaya menampilkan tiga pasukan bregada, Rakyat Widya Permana, Rakyat Jaladwara, dan Rakyat Wirotomo, yang didampingi masyarakat adat serta pengawalan ketat Payuyuban Keamanan Kraton (Paksi Katon) dan aparat keamanan lokal. Rombongan menyusuri jalur lambat Ringroad Utara, menampilkan harmoni antara tradisi, disiplin, dan partisipasi masyarakat.

Setibanya di halaman Mapolda DIY, peserta aksi diterima langsung oleh Wakapolda DIY, Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K, beserta jajarannya. Dalam kesempatan itu, peserta menegaskan bahwa demokrasi Indonesia memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara bebas dan bertanggung jawab, namun kebebasan tersebut tetap harus berada dalam koridor hukum, menjunjung tata tertib, dan menolak segala bentuk kekerasan maupun perusakan fasilitas umum.

“Marilah bersama-sama menjaga kedamaian, ketentraman, dan persatuan. Semangat menyampaikan pendapat tidak boleh menimbulkan perpecahan atau kerusakan. Hormatilah hak-hak masyarakat lain dan jagalah fasilitas umum sebagai milik bersama,” ujar Widihasto Wasana Putra, Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Keistimewaan DIY, saat membacakan pernyataan sikap.

Pernyataan sikap tersebut menekankan:

1. Penyampaian aspirasi harus selalu berada dalam koridor hukum dan tata tertib yang berlaku.
2. Penolakan tegas terhadap kekerasan, anarkisme, provokasi, dan perusakan fasilitas umum.
3. Ajakan untuk senantiasa menjaga kerukunan, menghormati hak sesama, dan memelihara ketentraman.

Wakapolda DIY menyambut baik aksi damai ini, menekankan bahwa kegiatan yang dikemas dengan kirab budaya bukan hanya simbol estetika, tetapi juga pesan moral yang kuat.

“Budaya Yogyakarta adalah budaya adiluhung yang menekankan tata krama, tepa selira, dan harmoni sosial. Pesan ini selaras dengan keistimewaan DIY, yang selalu mengedepankan nilai kebudayaan dalam menyelesaikan persoalan,” ujar Brigjen Pol Eddy.

Lebih lanjut, Brigjen Pol Eddy Djunaedi menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan santun dan tanpa kekerasan, sejalan dengan dhawuh Ngarsa Dalem Sri Sultan (HB, X).

“Kehadiran peserta di Mapolda DIY dengan membawa pesan damai justru memperkuat citra Yogyakarta sebagai Kota Budaya dan Kota Pelajar yang menolak segala bentuk kekerasan, termasuk perusakan fasilitas umum maupun fasilitas negara.”

Polda DIY berkomitmen untuk:

1. Menjamin kebebasan masyarakat menyampaikan aspirasi secara damai dan sesuai hukum.
2. Mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan persuasif dalam pengamanan kegiatan masyarakat.
3. Bersama seluruh elemen masyarakat menjaga ketentraman dan kesejahteraan di Bumi Mataram.

“Keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama. Sinergi antara aparat, masyarakat adat, tokoh budaya, dan seluruh warga DIY menjadi benteng utama agar Yogyakarta tetap teduh, aman, dan bermartabat,” pungkas Wakapolda DIY.**