Banner Website
Nasional

Menaker Pastikan PVN 2026 Siapkan Lulusan Siap Kerja

184
×

Menaker Pastikan PVN 2026 Siapkan Lulusan Siap Kerja

Sebarkan artikel ini
Menaker Pastikan PVN 2026 Siapkan Lulusan Siap Kerja
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan PVN 2026 dirancang link and match dengan industri agar lulusan siap kerja. Jumat (19/4/2026). R45/Biro Humas Kemnaker)

Rakyat45.com, Bandung – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 dirancang untuk mencetak lulusan yang siap kerja sesuai kebutuhan dunia industri.

“Program ini dirancang link and match dengan kebutuhan industri. Fokus kami adalah meningkatkan keterampilan agar lulusan dapat terserap di dunia kerja,” ujar Yassierli saat meninjau pelaksanaan PVN Batch I Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/4/2026).

PVN 2026 diikuti 10.405 peserta dari 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Ditjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD. Khusus di BBPVP Bandung, sebanyak 512 peserta mengikuti pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Jenis pelatihan meliputi pengoperasian forklift, barista, pembuatan roti dan pastry, desain tiga dimensi berbasis CAD, hingga project-based learning pemasangan sistem integrasi bangunan cerdas (smart building). BBPVP Bandung menyiapkan fasilitas, instruktur, dan sarana prasarana untuk mendukung pelatihan berbasis industri.

Peserta memperoleh manfaat berupa pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan kematian, sertifikat pelatihan, serta sertifikat kompetensi dari BNSP. Untuk skema tertentu, peserta juga difasilitasi asrama.

Yassierli menambahkan, Kemnaker menargetkan 70.000 peserta mengikuti pelatihan vokasi sepanjang Tahun Anggaran 2026. Program ini diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK sederajat tanpa biaya.

“Harapannya, peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga siap berkontribusi di dunia industri,” tegasnya.***