Banner Website
Peristiwa

Riau Tambah Helikopter Water Bombing, Siaga Hadapi Ancaman Karhutla

53
×

Riau Tambah Helikopter Water Bombing, Siaga Hadapi Ancaman Karhutla

Sebarkan artikel ini
Karhutla di Riau Kian Terkendali, Tinggal Tiga Daerah Lakukan Pemadaman
Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau menunjukkan perkembangan signifikan./R45/md

Rakyat45.com, Pekanbaru – Upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla Riau terus diperkuat menjelang musim kemarau. Pemerintah memastikan tambahan satu unit helikopter water bombing akan segera bergabung dalam operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau pekan ini.

Penambahan armada udara tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemadaman titik api dari udara sekaligus mempercepat respons penanganan kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edy Afrizal, mengatakan saat ini terdapat dua helikopter yang disiagakan untuk mendukung penanganan karhutla, masing-masing satu helikopter water bombing dan satu helikopter patroli.

Menurutnya, sebelumnya Riau memiliki dua unit helikopter water bombing. Namun, satu armada untuk sementara diperbantukan ke Provinsi Aceh guna mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di daerah tersebut.

“Untuk saat ini satu helikopter water bombing sedang diperbantukan ke Aceh. Nanti setelah tugasnya selesai akan kembali lagi ke Riau,” kata Edy Afrizal, Rabu (3/6/2026).

Meski salah satu armada masih bertugas di luar daerah, BPBD Riau memastikan dukungan udara tetap diperkuat melalui penambahan satu helikopter water bombing baru.

Edy menjelaskan, helikopter tambahan tersebut saat ini masih dalam proses mobilisasi dari Australia menuju Indonesia dan diperkirakan tiba dalam waktu dekat.

“Kita akan mendapat tambahan satu helikopter water bombing lagi. Saat ini masih dalam perjalanan dari Australia menuju Indonesia,” ujarnya.

Selain menyiapkan armada pemadaman, pemerintah juga terus meningkatkan langkah pencegahan melalui patroli udara dan pemantauan wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.

BPBD Riau mencatat kondisi cuaca di sejumlah daerah mulai menunjukkan tanda-tanda musim kemarau. Curah hujan yang tidak merata menyebabkan beberapa wilayah mengalami kekeringan sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan.

“Ada beberapa daerah yang masih turun hujan, namun ada juga wilayah yang mulai kering sehingga lahannya mudah terbakar. Ini yang harus diwaspadai bersama,” jelasnya.

Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. BPBD juga mengingatkan warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan serta memastikan api benar-benar padam setelah beraktivitas di lahan atau kawasan terbuka.

“Masyarakat jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan pastikan api benar-benar padam setelah beraktivitas di lahan atau kawasan terbuka,” tegasnya.

Selain masyarakat, perusahaan yang memiliki wilayah konsesi juga diminta meningkatkan patroli dan pengawasan untuk mencegah munculnya titik api. Penanganan sejak dini dinilai menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Kalau ada titik api kecil segera dipadamkan. Jangan menunggu api membesar karena penanganannya akan jauh lebih sulit dan membutuhkan banyak sumber daya,” tutup Edy.***