Rakyat45.com, Slaman – Simulasi penanganan gempa bumi dan kebakaran berskala besar digelar Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), Minggu (19/7/2026). Kegiatan ini menjadi upaya rumah sakit menguji kesiapan sistem, sumber daya manusia, serta koordinasi lintas sektoral dalam menghadapi kondisi darurat dan bencana.
Simulasi yang berlangsung di lingkungan RSA UGM tersebut diinisiasi Direksi RSA UGM, dikoordinasikan Tim Hospital Disaster Plan, serta melibatkan seluruh sivitas hospitalia. Kegiatan dibuka Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSA UGM, dr. Novi Zain, MPH., FISQua.
Dalam sambutannya, dr. Novi Zain menegaskan simulasi kesiapsiagaan bencana merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan rumah sakit untuk meningkatkan mutu pelayanan sekaligus menjamin keselamatan pasien.
“Ia menyebut melalui kegiatan ini, rumah sakit menguji kesiapan sistem sumber daya serta koordinasi lintas unit agar mampu memberikan pelayanan yang aman, cepat, dan efektif dalam menghadapi situasi kedaruratan maupun bencana. Simulasi ini bertujuan menguji sistem komando, koordinasi, serta respons cepat tanggap seluruh elemen rumah sakit dalam menghadapi situasi darurat yang tidak terduga.”
Berdasarkan pantauan Rakyat45.com, Minggu (19/7/2026), simulasi dirancang menyerupai kondisi nyata yang berpotensi terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Skenario diawali gempa bumi tektonik-vulkanik selama 60 detik yang memicu kebocoran gas hingga ledakan kebakaran.
“Skenario simulasi dirancang sangat mendekati realitas bencana di wilayah Yogyakarta, yakni gempa bumi tektonik-vulkanik berdurasi 60 detik yang memicu dampak sekunder berupa kebocoran gas dan ledakan kebakaran,”
Dalam skenario tersebut, RSA UGM menetapkan status Code Disaster dan langsung mengaktifkan protokol penanganan bencana rumah sakit. Seluruh rangkaian operasional, mulai dari pergerakan petugas hingga sistem alarm darurat, dijalankan sesuai prosedur manajemen bencana yang telah ditetapkan.
Tak hanya menguji kesiapan internal, simulasi juga memperkuat sinergi dengan berbagai instansi. Hadir sebagai evaluator dan pendukung kegiatan antara lain Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, BPBD Kabupaten Sleman, Polsek Gamping, PMI Kabupaten Sleman, Forum Komunikasi Komunitas Relawan Kabupaten Sleman, puskesmas, Sleman Emergency Services (SES), serta Tim PK5L UGM.
Masing-masing instansi menjalankan peran sesuai skenario, mulai dari pengamanan area vital, evakuasi korban, mobilisasi pasien, pendirian tenda darurat hingga penanganan kebakaran.
Sementara itu, Ketua Tim Hospital Disaster Plan sekaligus Kepala Instalasi Gawat Darurat RSA UGM, Eko Purnomo, Ph.D., Sp.BA., Subsp.D.A.(K), menegaskan simulasi komprehensif tersebut menjadi bukti komitmen RSA UGM dalam membangun rumah sakit yang tangguh menghadapi berbagai kondisi kedaruratan.
“Melalui pelaksanaan simulasi berskala besar yang komprehensif ini, RSA UGM menunjukkan komitmen nyata untuk terus menjadi rumah sakit yang tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai kondisi kedaruratan dengan tetap menjaga mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.”
Direksi dan seluruh sivitas hospitalia RSA UGM turut menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan, petugas keamanan, bagian umum, relawan, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, PMI, kepolisian, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan simulasi.
“Senergi seluruh pihak menjadi faktor utama sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai skenaro. Kepada masyarakat, RSA UGM mengimbau agar tetap tenang apabila menjumpai kegiatan serupa di kemudian hari dan senantiasa memperoleh informasi melalui kanal komunikasi resmi RSA UGM,” tutupnya.***












