Rakyat45.com, Pekanbaru – Kota Pekanbaru mencatat lonjakan kunjungan wisata yang cukup signifikan sepanjang empat bulan pertama tahun 2026. Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pekanbaru menunjukkan sebanyak 836.827 wisatawan berkunjung ke berbagai destinasi wisata di ibu kota Provinsi Riau tersebut selama periode Januari hingga April 2026.
Jumlah tersebut terdiri dari 836.593 wisatawan nusantara dan 234 wisatawan mancanegara, menandakan Pekanbaru mulai berkembang sebagai tujuan wisata, bukan sekadar kota persinggahan.
Kepala Disbudpar Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, mengatakan tren kunjungan wisatawan sepanjang awal tahun menunjukkan perkembangan yang positif.
“Pada Januari 2026, sebanyak 242.859 jiwa kunjungan wisatawan nusantara, sedang untuk wisatawan mancanegara sebanyak 74 jiwa. Pada Februari 196.324 jiwa kunjungan wisatawan nusantara dan 100 jiwa kunjungan wisatawan mancanegara,” ujar Akmal kepada Rakyat45.com, Jumat (5/6/2026).
Beragam destinasi menjadi pilihan wisatawan saat berkunjung ke Pekanbaru. Untuk wisata alam, masyarakat banyak mendatangi Agrowisata Rumbai, Danau Buatan, Danau Wisata Bandar Khayangan, hingga Taman Wisata Alam Mayang.
Sementara destinasi keluarga seperti Asia Farm, Asia Heritage, Kampoeng Rabbit, D’Keboen Park, dan D’Pidau Park juga menjadi lokasi favorit untuk menghabiskan waktu bersama keluarga saat akhir pekan maupun masa liburan.
Di sisi lain, wisata sejarah dan budaya tetap menarik minat pengunjung. Kawasan Kampung Bandar Senapelan, Rumah Singgah Tuan Kadi, Pasar Bawah, hingga Museum Sang Nila Utama menjadi tempat yang banyak dikunjungi untuk mengenal sejarah dan budaya Melayu di Kota Pekanbaru.
Tak hanya itu, wisata religi turut memberikan kontribusi terhadap tingginya angka kunjungan. Masjid Agung An-Nur, Masjid Raya Senapelan, dan Masjid Raya Arrahman menjadi destinasi yang kerap didatangi wisatawan karena memiliki nilai sejarah serta arsitektur yang khas.
Akmal menyebutkan pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya tarik sektor pariwisata daerah, mulai dari penyelenggaraan event, perawatan situs cagar budaya, hingga pengembangan pusat kuliner dan produk UMKM lokal.
“Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Pekanbaru, seperti menggelar berbagai event, perawatan cagar budaya, maupun membangun pusat kuliner atau suvenir khas Pekanbaru yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM,” jelasnya.
Dengan beragam pilihan destinasi yang tersedia, Pekanbaru kini mulai memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata perkotaan yang menawarkan pengalaman alam, budaya, sejarah, religi, hingga kuliner dalam satu wilayah yang mudah dijangkau.***












