Banner Website
Ekbis

Dari Tumpukan Cucian Menuju Layanan Digital, Kisah Cici Merawat Kepercayaan Lewat Alesha Laundry

55
×

Dari Tumpukan Cucian Menuju Layanan Digital, Kisah Cici Merawat Kepercayaan Lewat Alesha Laundry

Sebarkan artikel ini
Dari Tumpukan Cucian Menuju Layanan Digital
Cici Pebrina Sari, 36 tahun.(R45/Marianus)

Perjalanan seorang pelaku UMKM membangun usaha laundry yang tidak hanya menghidupi keluarga dan tetangga, tetapi juga beradaptasi dengan transformasi pembayaran digital melalui QRIS BRI.

RAKYAT45.COM – Jarum jam menunjukkan pukul 16.00 WIB. Dua perempuan perlahan bersiap meninggalkan tempat kerja setelah hampir sembilan jam bergelut dengan tumpukan pakaian, setrika panas, dan aroma sabun yang masih memenuhi ruangan.

Sebelum melangkah pulang, keduanya meminta izin kepada sang pemilik usaha. Mereka bukan sekadar rekan kerja, melainkan anak dan ibu yang setiap hari datang dan pulang bersama.

Di dalam ruko bercat toska di Jalan Utama, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, suasana mulai lengang. Cahaya yang masuk dari depan bangunan berpadu dengan warna dinding yang membuat ruangan terasa teduh. Di sudut ruangan berdiri lemari besar berwarna merah muda yang dipenuhi pakaian bersih hasil cucian pelanggan.

Bed cover yang telah dibungkus plastik bening tersusun rapi. Di sampingnya, tumpukan pakaian yang sudah disetrika dan dilipat menunggu dijemput pemiliknya. Tak jauh dari sana, seragam sekolah dasar dan pakaian kerja menggantung rapi, menjadi penanda bahwa esok hari aktivitas banyak orang akan kembali dimulai berkat pekerjaan yang selesai di ruangan sederhana itu.

Semua kerapian tersebut lahir dari tangan-tangan yang bekerja penuh ketelatenan di bawah usaha bernama Alesha Laundry milik Cici Pebrina Sari, 36 tahun.

Nama usaha itu bukan dipilih tanpa alasan. Alesha merupakan nama putri semata wayang yang menjadi bagian dari harapan dan perjalanan hidupnya.

“Saya buka usaha laundry ini karena melihat banyak teman yang menjalankan usaha serupa. Akhirnya, saya memberanikan diri untuk mencoba juga,” tutur Cici sembari tersipu malu.

Keputusan itu diambil sekitar tiga tahun lalu. Berawal dari keberanian mencoba, usaha kecil tersebut perlahan menemukan tempat di hati masyarakat sekitar Jalan Utama. Banyak warga mempercayakan pakaian mereka kepada Alesha Laundry karena kesibukan membuat pekerjaan rumah tak selalu sempat diselesaikan.

“Kadang, mereka tidak sempat mencuci pakaian di rumah,” ungkap Cici.

Seiring bertambahnya pelanggan, Cici mulai membutuhkan bantuan. Setahun terakhir, ia merekrut dua orang karyawan yang tinggal di sekitar lokasi usaha.

Namun, keputusan itu bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan operasional.

“Kedua karyawan ini merupakan anak dan ibu. Mereka bekerja bersama karena tak ada yang menjaga si ibu di rumah,” ucap Cici.

Bagi Cici, usaha bukan hanya tentang mencari keuntungan. Di balik mesin cuci yang terus berputar, ada ruang bagi kepedulian untuk tumbuh. Memberikan kesempatan bekerja kepada keduanya berarti memberi mereka ruang untuk tetap bersama sambil memperoleh penghasilan.

Di tengah aktivitas mencuci, menyetrika, dan melipat pakaian, perlahan cara pelanggan melakukan pembayaran juga mulai berubah. Meski sebagian besar masih menggunakan uang tunai, sesekali pelanggan memilih membayar secara digital menggunakan QRIS.

Cici pun telah menyediakan QRIS BRI sejak dua tahun lalu.

“Saya yang meminta kepada petugas BRI untuk dibuatkan kode QRIS. Saya sudah menggunakannya sejak dua tahun lalu,” sebut Cici sembari menunjukkan kode QRIS BRI yang warnanya telah memudar.

Bagi Cici, keberadaan QRIS bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman. Fasilitas itu menjadi alternatif yang memudahkan pelanggan ketika tidak membawa uang tunai. Transaksi berlangsung lebih cepat tanpa perlu mencari uang pas di saku atau dompet.

Dikesempatan lainnya, Regional CEO BRI Pekanbaru, Dian Kesuma Wardhana, menjelaskan bahwa transformasi digital BRI terus berkembang melalui aplikasi BRImo yang kini menjadi layanan digital utama perseroan.

Hingga akhir 2025, BRImo telah digunakan sekitar 45,9 juta pengguna di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, aplikasi tersebut memproses sekitar 5,6 miliar transaksi dengan nilai lebih dari Rp7.000 triliun. Sebanyak 99,1 persen transaksi BRI kini telah dilakukan melalui kanal digital, menunjukkan semakin tingginya preferensi masyarakat terhadap layanan perbankan digital.

Melalui BRImo, masyarakat dapat melakukan transfer dana, pembayaran menggunakan QRIS, top up dompet digital, membayar berbagai tagihan, membeli pulsa dan paket data, melakukan tarik tunai tanpa kartu, hingga membuka rekening secara digital.

Bagi masyarakat di daerah, digitalisasi juga membuka akses layanan keuangan yang lebih luas. Kehadiran BRImo dan jaringan Agen BRILink membantu masyarakat memperoleh layanan perbankan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kantor cabang.

Kemudahan serupa dirasakan pelaku UMKM, petani, nelayan, hingga pedagang yang kini dapat menerima pembayaran digital, memantau transaksi secara real time, dan memperoleh akses pembiayaan dengan proses yang semakin mudah.

Di balik berbagai kemudahan tersebut, BRI terus memperkuat keamanan transaksi digital melalui sistem autentikasi berlapis, enkripsi data, pemantauan transaksi secara real time, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membagikan OTP, PIN, maupun kata sandi kepada siapa pun dan selalu menggunakan kanal resmi BRI.

BRI juga terus meningkatkan literasi digital melalui jaringan Agen BRILink, kantor cabang, pelatihan bagi pelaku UMKM, serta berbagai media edukasi agar masyarakat semakin percaya diri memanfaatkan layanan digital secara aman.

Di ruko sederhana bercat toska itu, kisah transformasi digital sesungguhnya tak selalu hadir dalam angka-angka besar. Ia tumbuh dari keberanian seorang ibu membangun usaha, dari kepedulian memberi pekerjaan kepada anak dan ibunya, serta dari selembar kode QRIS yang mulai memudar karena terlalu lama menemani transaksi sehari-hari.

Di antara tumpukan pakaian yang kembali bersih, tersimpan cerita tentang kerja keras, kepercayaan pelanggan, dan langkah kecil UMKM yang perlahan ikut bergerak bersama perubahan zaman.***