Banner Website
Daerah

Muskab SOIna Siak 2026 Perkuat Pembinaan Atlet Disabilitas Intelektual Menuju Prestasi Dunia

31
×

Muskab SOIna Siak 2026 Perkuat Pembinaan Atlet Disabilitas Intelektual Menuju Prestasi Dunia

Sebarkan artikel ini
Muskab SOIna Siak 2026 Perkuat Pembinaan Atlet Disabilitas
Wakil Bupati Siak Syamsurizal. /R45/Suhardi

Rakyat45.com, Siak – Muskab SOIna Siak 2026 menjadi langkah strategis memperkuat pembinaan atlet penyandang disabilitas intelektual di Kabupaten Siak. Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang digelar di halaman SLB Negeri Siak, Rabu (22/7/2026), menegaskan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan Special Olympics Indonesia (SOIna) untuk melahirkan lebih banyak atlet berprestasi hingga level internasional.

Dari pantauan Rakyat45.com, Muskab berlangsung dengan dihadiri Wakil Bupati Siak Syamsurizal, Ketua SOIna Provinsi Riau Indah Puji Ratnani, Ketua SOIna Kabupaten Siak Sujarwo, Kepala Cabang Wilayah Dinas Pendidikan Provinsi Riau, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Selain menjadi forum pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2026, agenda Muskab juga mencakup pemilihan Ketua Umum dan pembentukan Tim Formatur Pengurus Kabupaten SOIna Siak untuk masa bakti berikutnya.

Ketua SOIna Provinsi Riau, Indah Puji Ratnani, mengatakan pembinaan atlet SOIna memiliki pendekatan berbeda melalui proses divisioning, yakni penyetaraan kemampuan intelektual dan keterampilan olahraga sebelum atlet bertanding.

“Melalui proses divisioning, setiap atlet bertanding dengan lawan yang memiliki kemampuan setara sehingga kompetisi berlangsung adil dan mampu memunculkan potensi terbaik mereka,” ujarnya.

Ia mengapresiasi capaian atlet SOIna Kabupaten Siak yang telah mengharumkan nama daerah hingga tingkat internasional. Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan bahwa penyandang disabilitas intelektual memiliki peluang yang sama untuk meraih prestasi jika mendapatkan pembinaan yang berkesinambungan.

Indah berharap sinergi antara SOIna, Pemerintah Kabupaten Siak, dan Pemerintah Provinsi Riau terus diperkuat agar pembinaan atlet semakin optimal.

“Saya berharap sinergi antara pengurus SOIna, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten terus ditingkatkan sehingga semakin banyak atlet SOIna yang mampu mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Siak Syamsurizal menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Siak dalam memberikan dukungan kepada atlet-atlet SOIna sebagai bagian dari upaya menciptakan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas intelektual.

Menurutnya, SOIna tidak hanya berperan sebagai organisasi olahraga, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan potensi, membangun rasa percaya diri, serta membuka peluang meraih prestasi.

“Kita ingin memberikan yang terbaik bagi putra-putri istimewa Kabupaten Siak. Mereka memiliki semangat, kemampuan, dan kesempatan yang sama untuk mengharumkan nama daerah apabila didukung dengan pembinaan yang baik,” ujar Syamsurizal.

Ia juga mengajak Pemerintah Provinsi Riau memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembinaan atlet SOIna, termasuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Dalam kesempatan tersebut, Syamsurizal menyampaikan harapan kepada Pemerintah Provinsi Riau melalui Koordinator Wilayah Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau agar membantu mengatasi keterbatasan tenaga pendidik di SLB Negeri Siak. Menurutnya, ketersediaan guru yang memadai menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus pembinaan atlet bertalenta khusus.

Saat ini, SOIna Kabupaten Siak membina sebanyak 120 atlet yang tergabung dalam dua klub, yakni Club Fajar Amanah di Kecamatan Tualang dengan 60 atlet serta SLB Negeri Siak yang juga membina 60 atlet. Jumlah tersebut menjadi modal besar bagi Kabupaten Siak untuk terus melahirkan atlet disabilitas intelektual yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui Muskab SOIna 2026, diharapkan kepengurusan baru mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak demi menghadirkan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas intelektual untuk berprestasi di bidang olahraga.***