Rakyat45.com, Bengkalis – Nuansa budaya Melayu menyelimuti kawasan Jalan Pramuka, Desa Air Putih, sejak sore hari ketika, “Melengah Malam” Car Free Night (CFN) resmi dibuka sebagai bagian dari rangkaian Sepekan Kenduri Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Sabtu (25/7/2026). Perhelatan ini memadukan tradisi, seni pertunjukan, hiburan rakyat, dan geliat UMKM dalam satu ruang kebersamaan yang menyatukan masyarakat.
Kedatangan Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni bersama Wakil Bupati H. Bagus Santoso disambut Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Seri H. Ilham Noer, Ketua DPH LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Seri Syaukani Al Karim, beserta jajaran pengurus LAMR. Suasana penyambutan mencerminkan eratnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menjaga serta mengembangkan budaya Melayu.
Bupati Hj. Kasmarni didampingi Wakil Bupati H. Bagus Santoso kemudian secara resmi membuka Melengah Malam CFN sebagai penanda dimulainya rangkaian Sepekan Kenduri Adat sempena Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis.

Mengusung tema “Melengah Malam”, kegiatan yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 ini diselenggarakan LAMR Kabupaten Bengkalis bekerja sama dengan Bengkalis Event Organizer (BEO). Beragam pertunjukan seni, sastra, hiburan rakyat, musik akustik, serta bazar UMKM dihadirkan sebagai upaya melestarikan budaya Melayu sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Selama penyelenggaraan, kawasan Car Free Night menjadi ruang interaksi publik yang dipenuhi beragam atraksi budaya dan hiburan. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan kembali tradisi Melayu kepada generasi muda melalui suasana yang lebih dekat dengan masyarakat.
Hari pertama diisi permainan rakyat seperti Congkak, Sembo Lang, Kaki Anggau, Main Jelas, Karet Ye Ye, dan Buah Para, kemudian dilanjutkan penampilan Barongsai, Gelanggang Corak Budaya Paguyuban Jawa, agenda Selaksa Kata Seniman Negeri, Pemuda Sastra Kasih Oang Kecik, UKM Kesenian Bathin Alam, pembacaan puisi, hingga musik akustik.
Sapi Kurban Presiden di Dumai Tembus 950 Kg, Samson Siap Disembelih Saat Iduladha
21 Mei 2026Rangkaian acara berlanjut pada Minggu (26/7/2026) dengan penampilan Tarian Tapin Bismillah, Syair, Tarian Tabal Gempita, Tarian Timang Zapin, Tari Lempuk, serta pembacaan puisi. Puncak hiburan akan dimeriahkan oleh Iyeth Bustami, Anarva Band, Kompeng Band, dan Semalam Sore.
Dalam sambutannya, Bupati Kasmarni mengapresiasi LAMR Kabupaten Bengkalis, para pemangku adat, budayawan, seniman, panitia, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Sepekan Kenduri Adat.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk mengenang jasa para pendahulu, memperkuat jati diri daerah, sekaligus mewariskan nilai-nilai luhur budaya Melayu kepada generasi penerus.
“Sepekan Kenduri Adat merupakan wadah untuk memperkokoh jati diri masyarakat Melayu, mempererat silaturahmi, serta menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang menjadi warisan leluhur kita,” ujar Kasmarni.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk terus membangun daerah dengan berlandaskan nilai adat, seni, budaya, dan kearifan lokal sebagai fondasi menuju Bengkalis yang maju, bermarwah, dan berdaya saing.
Sejalan dengan tema Hari Jadi ke-514 Bengkalis, “Semangat Kebersamaan Mewujudkan Bengkalis Bermarwah dan Gemilang”, Kasmarni mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan, menjaga kekompakan, dan menghidupkan semangat gotong royong dalam membangun Negeri Junjungan.
Ia berharap Sepekan Kenduri Adat tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan UMKM, meningkatkan kunjungan wisata, serta memperkenalkan kekayaan adat dan budaya Bengkalis kepada masyarakat yang lebih luas.
“Mari jadikan Hari Jadi ke-514 Bengkalis sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, melestarikan budaya, serta bersama-sama membangun Bengkalis yang bermarwah dan gemilang,” ajaknya.
Pantau Rakyat45.com dilapangan terlihat hadir Ketua MUI Kabupaten Bengkalis Buya Amrizal, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, budayawan, seniman, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat yang memadati kawasan Car Free Night.**












