RAKYAT45.COM – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau diharapkan dapat berkontribusi memenuhi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau 2026 yang ditargetkan mencapai Rp8,3 triliun.
Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, mengatakan dari total APBD Riau 2026 tersebut, sekitar 20 persen diharapkan dapat dialokasikan untuk pembangunan.
Menurut Edi, Riau sudah dua tahun tidak dapat melakukan pembangunan secara optimal. Kondisi tersebut terlihat dari penanganan infrastruktur jalan selama 2024-2025 yang dinilai masih sebatas tambal sulam.
“Dua tahun kita tidak bisa membangun. Perbaikan jalan kita hanya bisa tambal sulam. Dan bahkan ada yang ditambal dengan kerikil saja,” ujar Edi.
Karena itu, Edi menyebut BUMD menjadi salah satu pilar yang diharapkan dapat membantu menyelamatkan APBD Riau 2026. Salah satunya melalui PT Riau Petroleum yang telah menerima participating interest (PI) dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebesar Rp1,2 triliun.
Setelah pembagian untuk kabupaten dan kota, Riau Petroleum menerima sekitar Rp600 miliar. Dari dana tersebut, DPRD Riau berharap sekitar Rp500 miliar dapat disetorkan untuk APBD Riau 2026.
“Paling tidak dari Rp600 miliar, Rp500 miliar yang ditargetkan dalam APBD bisa dipenuhi, meskipun itu dalam bentuk dividen interim. Karena APBD 2026 sebesar Rp8,3 triliun harus kita selamatkan,” terangnya.
Selain Riau Petroleum, Edi mengatakan PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) juga akan menyetorkan PI sebesar Rp20 miliar pada 2026. Nilai tersebut berasal dari pengalihan kontrak dari Wilayah Kerja (WK) Langgak ke PT Kingswood Capital Limited (KCL).
“Sebenarnya PI itu hampir Rp25 miliar, tapi setidaknya Rp20 miliar bisa disetorkan ke dalam APBD tahun 2026,” sebutnya.
Edi juga mendorong Bank Riau Kepri (BRK) Syariah untuk meningkatkan kinerja dan mengembangkan usahanya. Menurutnya, bank tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pengelolaan APBD.
“BRK Syariah harus mengembangkan usahanya agar lebih besar. Makanya kita minta pada Pak Plt Gubernur untuk melengkapi struktur organisasi di BRK Syariah,” pungkasnya.***
Tag: BUMD Riau, APBD Riau 2026, DPRD Riau, Riau Petroleum, BRK Syariah











