Daerah

Tiga Talenta MTs YPPI Bengkalis Diuji di Arena OMI 2026

×

Tiga Talenta MTs YPPI Bengkalis Diuji di Arena OMI 2026

Sebarkan artikel ini
Kepala MTs YPPI Bengkalis bersama guru dan tiga siswa yang mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 di MTsN 1 Bengkalis, Selasa (8/9/2026)./R45/LW.

Rakyat45.com, Bengkalis – Tiga talenta muda MTs YPPI Bengkalis membawa nama madrasah ke arena Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 dengan kekuatan di bidang yang berbeda. Mereka hadir bukan sekadar untuk berkompetisi, melainkan menguji hasil pembelajaran dan kemampuan akademik setelah melalui seleksi serta persiapan intensif.

OMI 2026 berlangsung di MTsN 1 Bengkalis, Jalan HR Soebrantas, Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis, Selasa, 8 September 2026. Kompetisi tingkat kabupaten tersebut mempertemukan siswa madrasah dalam bidang akademik, khususnya sains dan sosial.

Raja Zulaika Rahmawati dipercaya tampil pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Ia memiliki pemahaman kuat terhadap sejarah, geografi, dan ekonomi serta aktif mengikuti proses pembelajaran di kelas.

Pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), MTs YPPI Bengkalis mengutus M. Taufiq Kurrahman. Ia tercatat sebagai salah satu siswa dengan nilai sains tertinggi di madrasah dan mendapat bimbingan tambahan untuk memperkuat penguasaan materi.

Sementara itu, Aulia Putri Izzatunnisa mengambil bidang Matematika. Kemampuan berhitung cepat dan menyelesaikan persoalan logika menjadi salah satu pertimbangan madrasah dalam memberikan kepercayaan tersebut.

Ketiga siswa itu mendapat pendampingan langsung dari Kepala MTs YPPI Bengkalis, Jumillia, S.Pd., bersama Syaiful, S.E., Syarah Novianti, S.Pd., dan Putra Farinsyah, S.Sos. Pembinaan berlangsung beberapa minggu menjelang kompetisi dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bidang.

Latihan tidak berhenti pada penguatan materi. Para peserta juga menghadapi soal-soal bertipe olimpiade dan menjalani simulasi ujian untuk membangun ketelitian, konsentrasi, serta kesiapan mental sebelum memasuki suasana kompetisi.

Jumillia menyampaikan optimisme terhadap kemampuan ketiga peserta. Menurutnya, OMI memiliki arti lebih luas daripada sekadar perlombaan karena menjadi salah satu sarana untuk melihat perkembangan kualitas pembelajaran di madrasah.

“Kami bangga bisa mengirim 3 siswa terbaik. Ini bentuk komitmen kami dalam mengembangkan potensi akademik anak. Semoga mereka bisa memberikan hasil terbaik dan membawa nama harum MTs YPPI Bengkalis,” ujar Ibu Jumillia.

Jumillia juga mengapresiasi dedikasi guru pembina yang terlibat dalam persiapan. Syaiful, S.E., membimbing bidang IPS; Syarah Novianti, S.Pd., menangani Matematika; sedangkan Putra Farinsyah, S.Sos., turut mendampingi peserta.

Bagi para peserta, tantangan OMI tidak hanya terletak pada penguasaan materi. Mereka juga dituntut mampu membaca persoalan, berpikir logis, menjaga ketelitian, dan mengambil keputusan dalam waktu yang terbatas.

Pelaksanaan OMI di MTsN 1 Bengkalis berlangsung tertib. Peserta mengerjakan soal secara individu sesuai bidang masing-masing dengan pengawasan panitia. Persaingan berlangsung kompetitif, tetapi tetap menjunjung sportivitas.

Keikutsertaan tiga talenta tersebut memberi MTs YPPI Bengkalis ruang untuk mengukur kesiapan akademik siswanya sekaligus memperkaya pengalaman mereka dalam menghadapi kompetisi. Bagi peserta didik lain, kiprah tersebut diharapkan menjadi dorongan untuk berani mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi.

Lebih dari hasil sebuah perlombaan, OMI 2026 menjadi bagian dari proses madrasah dalam membangun generasi yang memiliki kemampuan akademik, keberanian berkompetisi, dan akhlak mulia. Bekal itu diharapkan menjadi pijakan bagi para siswa untuk terus berkembang hingga ke jenjang persaingan yang lebih tinggi.**