RAKYAT45.COM β Memasuki usia ke-57 tahun, PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) menegaskan perannya sebagai perusahaan jasa energi nasional terintegrasi yang tumbuh melalui inovasi, penguatan kompetensi, serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika industri energi. Berawal dari kompetensi jasa hulu migas, Elnusa terus mengembangkan portofolio bisnis dari hulu hingga hilir guna mendukung kebutuhan sektor energi Indonesia yang makin kompleks.
Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, Rustam Aji, menyampaikan bahwa perjalanan Elnusa selama 57 tahun merupakan proses transformasi yang berakar pada kekuatan kompetensi dan budaya inovasi sejak awal berdiri.
βDNA inovasi telah menjadi bagian dari perjalanan Elnusa sejak perusahaan ini didirikan. Berangkat dari kompetensi inti di sektor hulu energi, Elnusa terus berkembang dengan memperkuat teknologi, sumber daya manusia, dan kapabilitas operasional untuk menghadirkan solusi yang semakin lengkap bagi industri energi. Kemampuan tersebut menjadikan Elnusa memiliki daya saing yang kuat sekaligus mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Melalui semangat Rediscover, Innovate, Elevate, kami ingin memastikan setiap inovasi dan kompetensi yang kami bangun dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pelanggan, pemegang saham, dan Indonesia,β ujar Rustam.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa memiliki kapabilitas dalam jasa hulu energi, mulai dari akuisisi dan pengolahan data seismik, geoscience, drilling support, well intervention, hingga layanan pendukung operasi lapangan migas. Elnusa juga memperluas kapabilitas ke jasa penunjang migas, engineering procurement construction (EPC), operation & maintenance, distribusi dan logistik energi, hingga solusi berbasis teknologi digital.
Arah pengembangan tersebut sejalan dengan strategi perusahaan yang menempatkan Technology and Innovation Edge sebagai penggerak utama pertumbuhan. Hal ini diwujudkan melalui sejumlah proyek pada 2026, seperti pekerjaan Seismic Onshore 2D/3D Tedong, Seismic Onshore 3D Mangatal Juata, dan Seismic Offshore 3D Kandawulo, yang didukung pemanfaatan teknologi akuisisi data seismik nirkabel Stryde.
Di bidang digital, Elnusa mengoperasikan Pertapixel yang mengintegrasikan drone, aerial mapping, dan Geographic Information System (GIS), serta sistem Road Traffic Control (RTC) berbasis GPS dan AI-based CCTV untuk keselamatan operasional. Pada sektor produksi dan infrastruktur, Elnusa menjalankan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Rama Project di PHE OSES sejak Juni 2026, pembangunan Fuel Terminal Palaran berkapasitas 37.500 kiloliter, dan Terminal LPG (TLPG) Kolaka untuk memperkuat distribusi di Indonesia Timur.
Harga Pinang Kering di Riau Turun Tipis Jadi Rp4.738 per Kg Minggu Ini
22 Agustus 2024Penguatan kapabilitas dan ekspansi bisnis tersebut turut mendongkrak kinerja keuangan perusahaan. Hingga semester pertama 2026, Elnusa membukukan pendapatan sebesar Rp7,58 triliun dan laba bersih sebesar Rp435 miliar, dengan nilai carry forward contract mencapai Rp18,8 triliun. Pada periode yang sama, aktivitas operasional mencakup survei seismik 3D seluas 1.757,08 kmΒ², transportasi energi sebesar 14 juta KL, serta distribusi BBM mencapai 1.918 ribu KL.
Selain kinerja operasional dan keuangan, Elnusa juga mencatatkan pencapaian dalam tata kelola perusahaan melalui raihan ACGS Assessment Score sebesar 96,66 dengan predikat Very Good.
βKami percaya bahwa keberlanjutan perusahaan dibangun melalui keseimbangan antara kinerja, inovasi, tata kelola, dan kepercayaan para pemangku kepentingan. Karena itu, Elnusa akan terus memperkuat kompetensi, mengembangkan teknologi, dan menghadirkan solusi yang relevan bagi industri energi, sekaligus memastikan setiap langkah pertumbuhan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,β tambah Rustam.
Melalui semangat Rediscover, Innovate, Elevate, Elnusa menyatakan kesiapannya melangkah ke fase pertumbuhan berikutnya guna mendukung ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.***












