Ragam

Antrean BBM di Pulau Bengkalis Mulai Mereda, Disdagperin Pantau Tiga SPBU

18
×

Antrean BBM di Pulau Bengkalis Mulai Mereda, Disdagperin Pantau Tiga SPBU

Sebarkan artikel ini
Kepala Disdagperin Kabupaten Bengkalis, Zulpan, S.T., bersama pihak Pertamina saat memantau pelayanan dan pengisian BBM di salah satu SPBU di Pulau Bengkalis. Sabtu (31/10/2026)./R45.

Rakyat45.com, Bengkalis – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau, mulai mereda pada Sabtu (31/10/2026). Perkembangan ini menjadi kabar baik bagi warga yang berharap dapat memperoleh bahan bakar tanpa harus menunggu terlalu lama.

Untuk memantau kondisi tersebut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis telah turun langsung ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kepala Disdagperin Kabupaten Bengkalis, Zulpan, S.T., mengatakan pemantauan dilakukan selama empat hari terakhir di tiga lokasi, yakni SPBU Teluk Latak, SPBU Nirwana Selat Baru, dan SPBU di Jalan Bantan, Desa Senggoro.

“Dalam empat hari ini, kami terus berkeliling memantau SPBU Teluk Latak, Nirwana Selat Baru, dan SPBU Jalan Bantan, Desa Senggoro. Alhamdulillah, hari ini antrean di SPBU sudah mulai berkurang,” ungkap Zulpan, kepada Rakyat45.com

Zulpan juga menyampaikan bahwa Bupati Bengkalis memberikan arahan kepada Disdagperin untuk melayani dan membantu masyarakat dalam memperoleh BBM. Arahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan warga di tengah persoalan antrean bahan bakar.

Meski antrean mulai berkurang, masyarakat berharap perbaikan ini tidak hanya berlangsung sementara. Wanti, salah seorang warga yang turut mengantre BBM, mengaku waktu tunggu kini lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Namun, ia berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan pada hari-hari berikutnya.

“Memang hari ini kami masih mengantre, tetapi sudah tidak terlalu lama. Harapan kami, kondisi seperti ini bisa terus dipertahankan. Jangan sampai hari ini lancar, tetapi besok atau hari-hari berikutnya antrean kembali panjang,” ungkap Wanti.

Berkurangnya antrean menjadi perkembangan positif bagi masyarakat Pulau Bengkalis. Pemantauan di lapangan dan pelayanan yang membantu kebutuhan warga diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi BBM sehingga aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu.**