Rakyat45.com, Pelalawan – Rasa aman menjadi salah satu fondasi penting bagi anak untuk belajar dan meraih masa depan. Namun, ancaman perundungan dapat merusak ruang tumbuh tersebut. Untuk mencegahnya sejak dini, Polsek Langgam turun langsung ke SMP Negeri 3 Langgam, Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Senin (2/11/2026), guna memberikan edukasi tentang bahaya bullying dan pembentukan karakter pelajar.
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik), kepolisian mengajak para siswa memahami pentingnya membangun pergaulan yang sehat, menghormati sesama, serta menjadikan kedisiplinan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu dipimpin Kanit Reskrim Polsek Langgam IPDA Ari Sumirat, didampingi Bhabinkamtibmas Penarikan AIPTU Sastro S dan Bhabinkamtibmas Desa Segati AIPDA Binhot Hutagalung.
Dalam penyuluhan tersebut, personel kepolisian menyoroti perilaku perundungan yang sering kali dianggap sebagai candaan, padahal dapat meninggalkan dampak buruk bagi korban. Tindakan merendahkan, menyakiti, hingga melakukan kekerasan terhadap teman berpotensi merusak hubungan antarsiswa dan mengganggu konsentrasi belajar.
Karena itu, para pelajar diajak tidak terlibat dalam tindakan bullying, berani mencegah kekerasan, serta menunjukkan kepedulian ketika melihat teman mengalami perlakuan tidak menyenangkan. Mereka juga diingatkan untuk menaati tata tertib sekolah dan menghormati guru maupun orang tua.
Kapolsek Langgam IPDA Bambang Hermanto, SH, MH, mengatakan program Polisi Peduli Pendidikan merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap pembentukan karakter generasi muda sekaligus upaya mendekatkan kepolisian dengan lingkungan sekolah.
“Melalui kegiatan Polisi Peduli Pendidikan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan para pelajar. Kami berharap anak-anak dapat memahami pentingnya disiplin, menaati aturan, menghormati guru dan orang tua, serta saling menghargai antarsesama teman,” ungkap IPDA Bambang Hermanto.
Ia menegaskan, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa untuk menuntut ilmu serta mengembangkan kemampuan diri. Karena itu, pencegahan perundungan membutuhkan perhatian dan keterlibatan semua pihak.
“Kami mengajak seluruh siswa untuk menjauhi bullying dan segala bentuk kekerasan. Jadilah pelajar yang berprestasi, berkarakter, saling menghormati, serta tidak mudah terlibat dalam perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.
Bambang juga menjelaskan bahwa pendekatan edukatif melalui Polidik memiliki tujuan lebih luas, yakni membangun kepercayaan generasi muda terhadap kepolisian. Dengan komunikasi yang terbuka, pelajar diharapkan tidak takut menyampaikan persoalan yang mereka alami maupun meminta bantuan kepada anggota Polri.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Polsek Langgam berharap edukasi tersebut dapat memperkuat hubungan antara kepolisian dan lingkungan pendidikan, sekaligus mendorong terciptanya sekolah yang menjunjung kedisiplinan, menghargai perbedaan, dan memberikan rasa aman bagi setiap siswa.**












