Banner Website
Daerah

Cegah Abrasi, Polres Siak dan Pemkab Tanam 7.000 Bibit Mangrove di Pesisir Penyengat

22
×

Cegah Abrasi, Polres Siak dan Pemkab Tanam 7.000 Bibit Mangrove di Pesisir Penyengat

Sebarkan artikel ini
Cegah Abrasi, Polres Siak dan Pemkab Tanam 7.000 Bibit Mangrove di Pesisir Penyengat
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal bersama Polres Siak menanam 7.000 bibit mangrove di Jalan Kok Ahmad (Pelabuhan Pasir), Dusun I Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kamis (4/6/2026). R45/Suhardi

Rakyat45.com, Siak – Upaya melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi terus diperkuat di Kabupaten Siak. Polres Siak bersama Pemerintah Kampung Penyengat dan Pemerintah Kabupaten Siak menanam 7.000 bibit mangrove di Jalan Kok Ahmad (Pelabuhan Pasir), Dusun I Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau sekaligus mendukung visi “Siak Kabupaten Hijau” serta program pelestarian kawasan pesisir yang menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Siak.

Penanaman mangrove dilakukan sebagai langkah konkret menjaga garis pantai dari abrasi sekaligus memperkuat perlindungan terhadap ekosistem pesisir yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat setempat.

Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, mengatakan penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Hari ini kita tidak hanya menanam bibit mangrove, tetapi juga menanam komitmen untuk menjaga pesisir yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Setiap bibit yang ditanam merupakan simbol kepedulian kita terhadap masa depan lingkungan dan generasi yang akan datang,” ujarnya saat kegiatan yang dipantau Rakyat45.com, Kamis (4/6/2026).

Menurut Syamsurizal, mangrove memiliki manfaat strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Selain mampu menahan abrasi dan mengurangi kerusakan garis pantai, tanaman tersebut juga berfungsi menyerap karbon untuk mitigasi perubahan iklim serta menjadi habitat berbagai biota laut yang mendukung ekonomi masyarakat pesisir.

“Mudah-mudahan beberapa tahun ke depan, yang kita lihat bukan lagi bibit-bibit kecil, melainkan hamparan mangrove yang tumbuh kuat, hijau, dan menjadi pelindung alami bagi pesisir Sungai Apit serta kebanggaan masyarakat Kabupaten Siak,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar beserta jajaran, Camat Sungai Apit Tengku Mukhtasar, Danramil Sungai Apit Kapten Arh Antonius Napitupulu, Penghulu Kampung Penyengat Abok Agustinus, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga setempat.

Selain memiliki kawasan lindung mangrove seluas 14 hektare, Kampung Penyengat juga telah menyiapkan lahan pembibitan khusus dengan kapasitas hingga 30.000 bibit mangrove guna mendukung keberlanjutan program konservasi pesisir di wilayah tersebut.

Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk NGO Teras Riau yang turut hadir dalam kegiatan penanaman.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat berharap kawasan pesisir Sungai Apit semakin terlindungi dari abrasi serta mampu menjadi contoh pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Kabupaten Siak.***