Banner Website
Peristiwa

Super El Nino 2026 Mengancam, Meranti Perketat Kesiapsiagaan Karhutla

37
×

Super El Nino 2026 Mengancam, Meranti Perketat Kesiapsiagaan Karhutla

Sebarkan artikel ini
Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar bersama Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi meninjau kesiapan peralatan dan personel saat Apel Siaga Karhutla di Mapolres Kepulauan Meranti, Kamis (4/6/2026)./R45/AH.

Rakyat45.com, Meranti – Ancaman Super El Nino 2026 mulai diantisipasi serius di Kepulauan Meranti. Wilayah yang didominasi lahan gambut itu kini memperkuat kesiapsiagaan karhutla dengan mengerahkan seluruh kekuatan lintas sektor guna mencegah kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau mencapai puncaknya.

Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Siaga Bencana Karhutla yang digelar Polres Kepulauan Meranti di halaman Mapolres Kepulauan Meranti, Kamis (4/6/2026). Apel dipimpin Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar dan dihadiri Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, unsur Forkopimda, TNI, Kejaksaan, BPBD, Satpol PP, Damkar, SAR, para camat, hingga tokoh masyarakat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Meranti Ardath mengatakan kesiapan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran lahan akibat musim kemarau yang diprediksi lebih ekstrem.

“Sinergi lintas sektor sangat diperlukan untuk memastikan upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terpadu. BPBD terus berkoordinasi dengan seluruh pihak guna meminimalkan potensi bencana yang dapat merugikan masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Dalam apel tersebut, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, SAR, Satpol PP, Damkar hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) menjalani pemeriksaan kesiapan. Petugas juga mengecek kendaraan operasional, pompa pemadam, alat pelindung diri (APD), serta perlengkapan pendukung lainnya untuk memastikan seluruh peralatan siap digunakan sewaktu-waktu.

Bupati H. Asmar mengingatkan bahwa fenomena Super El Nino berpotensi memicu cuaca panas berkepanjangan, berkurangnya curah hujan, dan kekeringan yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat hingga tingkat desa melalui edukasi dan sosialisasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Pencegahan merupakan langkah paling efektif. Karena itu, seluruh stakeholder harus bergerak bersama mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat untuk menjaga wilayah Kepulauan Meranti dari ancaman karhutla,” kata Asmar.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan Maklumat Forkopimda Provinsi Riau tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan sebagai bentuk penguatan komitmen bersama dalam pengendalian karhutla.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bibit pohon kepada perwakilan Masyarakat Peduli Api sebagai dukungan terhadap Program Green Policing Polda Riau serta pengecekan akhir sarana dan prasarana penanggulangan karhutla.

Melalui apel siaga tersebut, BPBD Kepulauan Meranti menegaskan komitmennya memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapsiagaan, dan mengedepankan langkah mitigasi guna menekan risiko kebakaran hutan dan lahan sepanjang musim kemarau 2026.**