Rakyat45.com, Teluk Kuantan – Penghargaan Bupati Kuansing menjadi perhatian pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Riau ke-44 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Bupati Kuansing Dr. H. Suhardiman Amby, MM menerima dua penghargaan dari Menteri Agama RI Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA usai Pawai Ta’aruf di Astaka Utama MTQ, Sabtu (27/6/2026).
Penghargaan pertama diberikan dalam kategori Kepala Daerah Paling Akomodatif dalam Pelaksanaan Pembangunan Program Keagamaan Republik Indonesia. Sementara penghargaan kedua diberikan sebagai Kepala Daerah Pendukung Program Masjid Ramah Pemudik.
Dua penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dalam mendukung pembangunan kehidupan beragama sekaligus menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif bagi masyarakat.
Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar menilai sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan masyarakat menjadi modal penting dalam memperkuat pembangunan keagamaan di Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Daerah, jajaran Kanwil Kementerian Agama, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pihak yang telah mendukung berbagai program pembangunan keagamaan di Indonesia. Sinergi seperti inilah yang menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia,” ujar Menteri Agama.
Sementara itu, Bupati Kuansing Suhardiman Amby menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung berbagai program keagamaan nasional.
“Alhamdulillah, penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Kuantan Singingi. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pembangunan di bidang keagamaan, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung setiap program pemerintah pusat demi kemaslahatan umat,” ungkap Suhardiman kepada Rakyat45.com.
Momentum MTQ Provinsi Riau ke-44 sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dalam memperkuat pembangunan daerah yang seimbang antara kemajuan infrastruktur, pelayanan publik, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.***












