Dari hasil berjualan es krim, ia mampu membeli sepeda motor, membangun rumah di atas tanah milik sendiri, sekaligus terus mengembangkan usaha.
“Alhamdulillah, hasil usaha sudah bisa membeli motor, membangun rumah di tanah sendiri, dan terus mengembangkan usaha.”
Kini ia tak ingin berhenti sampai di sana. Target berikutnya adalah membuka cabang di Bukittinggi dan Padang dengan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat atau KUR.
Keputusan menggunakan QRIS BRI berawal dari sosialisasi yang dilakukan BRI serta rekomendasi sang adik.
“Awalnya karena ada sosialisasi dari BRI. Adik saya juga bilang kalau QRIS BRI bagus karena notifikasi transaksinya langsung masuk ke WhatsApp. Setelah saya coba, ternyata memang sangat membantu.”
Hubungan keluarganya dengan BRI pun telah berlangsung lama.
“Saya sudah menjadi nasabah BRI sejak tahun 2000-an, bahkan sebelum memulai usaha. Orang tua saya juga menggunakan BRI, jadi saya ikut membuka rekening di BRI. Bisa dibilang sudah turun-temurun menggunakan BRI.”
Regional CEO BRI Pekanbaru, Dian Kesuma Wardhana, mengatakan transformasi digital terus menjadi fokus BRI dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.
Hingga akhir 2025, BRImo telah digunakan sekitar 45,9 juta pengguna di Indonesia dengan 5,6 miliar transaksi senilai lebih dari Rp7.000 triliun sepanjang tahun. Sekitar 99,1 persen transaksi BRI juga telah dilakukan melalui kanal digital.
Menurut Dian, digitalisasi memudahkan masyarakat dan pelaku UMKM melakukan transaksi, menerima pembayaran melalui QRIS, memantau transaksi secara real time, hingga memperoleh akses pembiayaan yang semakin mudah.












