Banner Website
Ekbis

Misi Dagang Riau-Jawa Timur Perkuat Kemitraan, Pulp hingga UMKM Jadi Andalan

8
×

Misi Dagang Riau-Jawa Timur Perkuat Kemitraan, Pulp hingga UMKM Jadi Andalan

Sebarkan artikel ini
Misi Dagang Riau dan Jawa Timur Perkuat Kerja Sama Ekonomi
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (R45/MCR)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Misi Dagang Riau-Jawa Timur kembali mencatatkan hasil positif sekaligus memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antardaerah. Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada nilai transaksi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan misi dagang menjadi instrumen strategis untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan antarprovinsi.

“Misi dagang ini adalah upaya membangun penguatan antarprovinsi mitra. Kita tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama,” ujarnya kepada Rakyat45.com, Rabu (8/7/2026).

Dalam misi dagang tersebut, Jawa Timur menawarkan berbagai komoditas unggulan, seperti bawang merah, beras, pupuk, filet dory, produk olahan daging, susu, sarden kaleng, rokok, teh, bibit sapi, hingga kopi green bean.

Sebaliknya, Provinsi Riau memasok sejumlah komoditas strategis, antara lain udang vaname, arang, kelapa, dan pulp yang menjadi bahan baku penting bagi industri di Jawa Timur.

Khofifah mengungkapkan kebutuhan industri terhadap pulp di Jawa Timur masih sangat bergantung pada pasokan dari Riau.

“Kebutuhan pulp di Jawa Timur sangat tinggi, dan hampir 99 persen kebutuhan tersebut dipasok dari Riau,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyambut baik pelaksanaan misi dagang yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku usaha, dan organisasi dunia usaha.

“Alhamdulillah hari ini kita menerima misi dagang dari Gubernur Jawa Timur, lengkap dengan rombongan OPD, pelaku usaha, dan organisasi-organisasi yang menaunginya. Ini menunjukkan bahwa Riau menerima dengan baik hubungan kerja sama ini,” ujarnya kepada Rakyat45.com, Rabu (8/7/2026).

Syahrial menjelaskan, kerja sama antardaerah tersebut merupakan implementasi kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat konektivitas ekonomi dan perdagangan antarwilayah.

Menurutnya, misi dagang juga menjadi momentum bagi pelaku usaha di Riau untuk meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Pelajarannya bagi kita, apa pun produknya yang kita miliki sebenarnya bisa ditransaksikan dan dikemas dengan baik. Tadi kita melihat langsung bagaimana kualitas kemasan produk yang sudah naik kelas, bahkan ada yang telah menembus pasar luar negeri,” tambahnya.

Ia menilai peningkatan mutu produk menjadi motivasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta pelaku ekonomi lokal untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk bernilai tambah.

Komoditas unggulan Riau seperti kelapa sawit, kelapa, dan hasil perkebunan lainnya dinilai memiliki potensi besar untuk dihilirisasi sehingga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Syahrial berharap misi dagang tidak hanya menghasilkan transaksi bisnis, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengalaman dalam membangun ekosistem usaha, memperkuat koperasi, meningkatkan kapasitas UMKM, serta mendorong hilirisasi produk daerah.

“Usai dagang ini sangat memberi manfaat bagi kita. Ini menjadi tempat kita belajar membangun koperasi dan meningkatkan kualitas produk agar memiliki daya saing yang lebih tinggi,” pungkasnya.***