Banner Website
Hukum & Kriminal

Jelang Pleidoi Abdul Wahid, Antusiasme Publik Menguat Tunggu Fakta Persidangan

95
×

Jelang Pleidoi Abdul Wahid, Antusiasme Publik Menguat Tunggu Fakta Persidangan

Sebarkan artikel ini
Jelang Pleidoi Abdul Wahid, Publik Antusias Ikuti Sidang
Abdul Wahid saat menyampaikan keterangan Pers. (R45/y)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Antusiasme masyarakat menjelang pleidoi Abdul Wahid yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (20/7/2026) disebut terus meningkat. Perhatian publik dinilai semakin besar karena ingin mendengar langsung rangkaian fakta persidangan yang akan disampaikan tim kuasa hukum dalam nota pembelaan.

Juru Bicara Abdul Wahid, Musliadi atau yang akrab disapa Cak Mus, mengatakan banyak masyarakat berencana menghadiri langsung persidangan. Sementara mereka yang tidak dapat hadir disebut akan mengikuti jalannya sidang melalui siaran langsung.

“Animo masyarakat untuk mendengarkan pleidoi sangat tinggi. Banyak yang ingin hadir langsung di persidangan, dan kami juga mendapat informasi bahwa masyarakat yang tidak bisa datang akan mengikuti jalannya sidang melalui siaran langsung,” ujar Cak Mus kepada Rakyat45.com, Minggu (19/7/2026).

Menurut Cak Mus, tingginya perhatian masyarakat tidak lepas dari konsistensi publik yang mengikuti jalannya persidangan sejak awal. Berbagai keterangan saksi dan ahli yang telah disampaikan di ruang sidang, kata dia, membuat masyarakat ingin mengetahui bagaimana seluruh fakta tersebut dirangkai menjadi argumentasi pembelaan.

Ia menegaskan, hingga seluruh tahapan pembuktian selesai, tim penasihat hukum meyakini tidak ada fakta persidangan yang menunjukkan keterlibatan Abdul Wahid dalam perkara operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Dinas PUPR Riau.

“Justru karena masyarakat mengikuti fakta-fakta persidangan, mereka ingin mendengar langsung bagaimana seluruh fakta itu dirangkai dalam nota pembelaan. Kami akan menunjukkan bahwa, menurut pandangan tim pembela, tidak ada bukti yang membuktikan Abdul Wahid terlibat dalam perkara tersebut,” katanya.

Cak Mus juga menepis anggapan bahwa besarnya dukungan masyarakat merupakan bentuk tekanan terhadap proses hukum. Menurutnya, harapan publik hanya satu, yakni agar majelis hakim menjatuhkan putusan secara objektif berdasarkan fakta dan alat bukti yang telah diuji selama persidangan.

“Masyarakat Riau tidak meminta apa-apa selain keadilan. Mereka berharap putusan nantinya benar-benar didasarkan pada fakta hukum yang terungkap di persidangan,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebagian pendukung Abdul Wahid juga berharap Gubernur Riau nonaktif itu dapat kembali memimpin Provinsi Riau apabila proses hukum berakhir sesuai harapan mereka.

“Harapan itu kami dengar dari banyak masyarakat yang terus mengikuti persidangan. Namun pada akhirnya, kami tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan seluruh penilaian kepada majelis hakim,” tutup Cak Mus.***