Banner Website
Daerah

Menjemput Harapan Ujung Meranti, Wakapolda Riau Pastikan Jembatan Anak Semulut

897
×

Menjemput Harapan Ujung Meranti, Wakapolda Riau Pastikan Jembatan Anak Semulut

Sebarkan artikel ini
Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi, SIK, MH (tengah), berfoto bersama unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, dan warga usai meninjau langsung kondisi jembatan akses menuju SDN 18 Semulut di Dusun Semulut, Desa Banglas Barat, Kepulauan Meranti, Minggu (18/1/2026)./R45/Alfin.

Meranti, Rakyat45.com – Perjuangan menuju sekolah bagi anak-anak Dusun Semulut, Desa Banglas Barat, Kepulauan Meranti, selama ini lebih menyerupai perjalanan penuh risiko daripada rutinitas pendidikan. Setiap hari, mereka harus melintasi jembatan rusak yang rapuh, seolah menantang bahaya demi meraih masa depan yang lebih baik di SDN 18 Semulut.

Kondisi memilukan itu akhirnya mendapat perhatian serius pada Minggu pagi, 18 Januari 2026. Harapan baru menyapa dusun terpencil tersebut ketika rombongan Polda Riau, dipimpin langsung Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi, SIK, MH, tiba menembus medan berlumpur, dan panas pesisir. Kunjungan itu membawa pesan tegas, keterisolasian tidak boleh terus menjadi nasib

Kehadiran Wakapolda Riau bukan sekadar agenda protokoler. Bersama tim teknis, Brigjen Pol Hengki meninjau langsung kondisi jembatan yang selama ini menjadi urat nadi pendidikan, dan aktivitas warga. Struktur yang lapuk dan nyaris tak berfungsi menjadi gambaran nyata betapa akses dasar telah lama terabaikan.

Kapolsek Tebing Tinggi, AKP JA. Lubis, memaparkan bahwa kerusakan jembatan berdampak luas, tidak hanya menghambat kegiatan belajar-mengajar, tetapi juga melumpuhkan mobilitas ekonomi masyarakat. “Warga terpaksa mempertaruhkan keselamatan setiap hari demi memenuhi kebutuhan hidup.” ungkapnya.

Secara geografis, Dusun Semulut memang berada dalam lingkar keterbatasan. Tanpa infrastruktur yang layak, jalur darat dan perairan sama-sama menyimpan risiko. Realitas ini menjadikan pembangunan jembatan bukan semata proyek fisik, melainkan kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.

“Polri hadir untuk memastikan sinergi lintas sektor berjalan. Ini bukan hanya tentang membangun jembatan, tetapi bagian dari Program Jembatan Merah Putih Presisi guna menghadirkan pemerataan pembangunan hingga wilayah paling terpencil,” tegas Brigjen Pol Hengki.

Komitmen tersebut diperkuat dengan kehadiran jajaran strategis Polda Riau, antara lain Karo Ops Kombes Pol Dr. Ino Harianto dan Dansat Brimob Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa. Kehadiran para perwira tinggi ini menegaskan bahwa persoalan infrastruktur di pelosok memiliki keterkaitan langsung dengan stabilitas sosial dan kesejahteraan nasional.

Langkah nyata segera dilakukan melalui asesmen awal oleh tim teknis Polda Riau. Pemerintah daerah pun menyambut positif inisiatif tersebut, dengan kehadiran perwakilan Dinas Pendidikan serta Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai bentuk komitmen bersama mempercepat pembangunan.

Sekitar pukul 09.45 WIB, rombongan meninggalkan Dusun Semulut melalui Pelabuhan Semulut menuju Selatpanjang. Meski singkat, kunjungan itu meninggalkan kesan mendalam bagi warga sebuah tanda bahwa negara benar-benar hadir di tengah keterbatasan.

Rencana pembangunan jembatan SDN 18 Semulut kini menjadi simbol harapan baru. Bukan hanya untuk menyambung akses jalan yang terputus, tetapi juga untuk menyambung mimpi anak-anak desa yang selama ini tertahan oleh jarak dan risiko.

Warga Semulut pun menanti hari ketika langkah kaki di atas jembatan baru tak lagi diiringi rasa cemas, melainkan keyakinan kuat menuju masa depan yang lebih aman, bermartabat, dan cerah.**