Rakyat45.com, Bengkalis – Semangat kolaborasi antara aparat kepolisian dan masyarakat kembali terlihat di Dusun Parit Lapis, Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (25/4/2026).
Warga bersama personel Polsek Bantan bergotong royong melakukan pengecoran Jembatan Merah Putih, infrastruktur bantuan dari Kapolda Riau yang menjadi akses vital penghubung aktivitas warga.
Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan ke lokasi dengan membawa material dan peralatan kerja. Tanpa sekat, mereka bekerja bersama aparat kepolisian dalam proses pengecoran jembatan yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun kebutuhan sosial lainnya.
Kehadiran personel Polsek Bantan tidak hanya difokuskan pada aspek pengamanan, tetapi juga menunjukkan keterlibatan langsung dalam kerja-kerja sosial di tengah masyarakat. Situasi tersebut mempertegas pendekatan humanis kepolisian yang menempatkan diri sebagai bagian dari warga, bukan semata institusi penegak hukum.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, melalui Bhabinkamtibmas Desa Kembung Baru, AIPTU Agustinus Depari, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih merupakan bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus penguatan hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat.
Ia menegaskan, keberadaan jembatan tersebut memiliki peran strategis dalam menunjang mobilitas warga. Infrastruktur ini diharapkan mampu memberikan akses yang lebih aman dan layak, terutama saat kondisi cuaca ekstrem yang kerap menghambat aktivitas masyarakat.
“Pembangunan ini diharapkan tidak hanya menghadirkan manfaat infrastruktur, tetapi juga memperkuat solidaritas dan budaya gotong royong yang menjadi kekuatan sosial masyarakat,” ujar AIPTU Agustinus.
Warga menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka menilai pembangunan jembatan ini sangat dibutuhkan dan berharap proses pengerjaan dapat segera diselesaikan agar dapat digunakan secara optimal dalam menunjang aktivitas sehari-hari.
Pengecoran Jembatan Merah Putih di Kembung Luar ini menjadi representasi konkret sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kegiatan ini merefleksikan kolaborasi sosial yang tumbuh dari kepedulian bersama untuk menghadirkan akses yang lebih baik bagi warga.**












