Rakyat45.com, Bengkalis – Cahaya pagi yang jernih membuka rangkaian akhir pekan dengan sebuah peristiwa yang segera terasa melampaui seremoni; pembukaan lomba menembak dalam agenda Car Free Day dan Car Free Night menghidupkan kawasan Jalan Pelabuhan BUMD, Desa Air Putih, Sabtu (2/5/2026).
Sejak awal, ruang publik itu menjelma menjadi titik temu yang hangat namun terjaga. Warga, peserta, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan hadir dalam satu lanskap sosial yang menyatu; bukan sekadar menyaksikan, melainkan ikut menggerakkan denyut kebersamaan yang menjadi inti kegiatan.
Kehadiran sejumlah figur lokal, Aiptu Dedy Suryadi, S.H., Tok Jrol, Kepala Desa Air Putih Muhammad Syaifuddin, serta Bhabinkamtibmas Aipda Hamdani, menandai keterlibatan lintas elemen dalam merawat kehidupan sosial masyarakat. Dalam pandangan mereka, kegiatan ini berdiri sebagai ruang perjumpaan yang setara dan terbuka.
Aiptu Dedy Suryadi menegaskan bahwa makna kegiatan tidak berhenti pada kompetisi. “Momentum seperti ini menjadi ruang untuk memperkuat persatuan; bukan hanya mengasah keterampilan, tetapi juga merawat hubungan sosial antarwarga,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Kepala Desa Air Putih, Muhammad Syaifuddin, yang menilai kegiatan ini mendorong keterlibatan aktif masyarakat, baik dalam olahraga, pengembangan ekonomi kreatif, maupun pemeliharaan harmoni sosial.
Sementara itu, Aipda Hamdani melihatnya sebagai ruang interaksi yang aman dan kondusif, sekaligus memperkuat sinergi antara warga dan aparat dalam menjaga stabilitas lingkungan.
Rangkaian acara kemudian bergerak melampaui pembukaan. Lomba menembak berlangsung sepanjang Sabtu hingga Minggu sore, berjalan berdampingan dengan aktivitas pasar UMKM yang memberi ruang bagi geliat ekonomi lokal.
Saat malam tiba, suasana beralih menjadi lebih semarak melalui pertunjukan musik yang menghidupkan ruang publik, sebelum mencapai puncaknya pada malam Minggu lewat seni budaya Jaranan yang dinantikan warga.
Kegiatan ini juga memuat ajakan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat aktif; bukan sekadar hadir, tetapi turut membangun suasana kebersamaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Harapan yang diusung sederhana namun tegas: membentuk lingkungan yang sehat, dinamis, serta terbebas dari penyalahgunaan narkoba, sembari mendorong pertumbuhan sosial yang lebih kuat.
Air Putih pada akhirnya tidak hanya menghadirkan hiburan akhir pekan; ia memperlihatkan bagaimana ruang publik, ketika dirawat melalui kesadaran kolektif, mampu menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih berdaya dan terhubung.**












