Banner Website
Advertorial

Program Kerja Pekanbaru Terealisasi, Kepemimpinan Agung Tuai Kepuasan Warga

54
×

Program Kerja Pekanbaru Terealisasi, Kepemimpinan Agung Tuai Kepuasan Warga

Sebarkan artikel ini
Program Kerja Pekanbaru Terealisasi, Kepemimpinan Agung Tuai Kepuasan Warga
Wali kota Pekanbaru. (Rakyat45/Advertorial)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Program kerja Pekanbaru terealisasi secara bertahap di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar. Dalam satu tahun terakhir, berbagai kebijakan yang dijanjikan mulai menunjukkan hasil dan berdampak langsung pada masyarakat.

Pemerintah Kota Pekanbaru mengarahkan pembangunan secara terstruktur, mulai dari pembenahan layanan publik hingga penguatan tata kelola kota. Sejumlah program prioritas menyasar kebutuhan dasar warga, seperti penurunan tarif parkir, penanganan sampah, hingga pengendalian banjir.

Di sektor lingkungan, Pemko menggulirkan Gerakan Serbu Sampah dan membentuk Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan. Penertiban juga dilakukan terhadap pembuang sampah ilegal serta 175 tiang reklame yang melanggar aturan.

Upaya pengendalian banjir dilakukan melalui penanganan 20 titik rawan, normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer, serta pembenahan drainase dan daerah aliran sungai (DAS) sepanjang 109,5 kilometer. Selain itu, sebanyak 15 ribu pohon ditanam untuk memperkuat konsep Pekanbaru sebagai kota hijau berkelanjutan.

Pelayanan publik turut diperkuat melalui kehadiran Mobil AMAN yang melayani administrasi kependudukan langsung ke masyarakat. Di sisi lain, program sosial seperti beasiswa S1 hingga S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an, terus berjalan.

Dalam sektor pendidikan, program Zero Putus Sekolah berhasil menjaring 1.778 anak dan mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan. Pemerintah juga membantu penyelesaian ijazah tertahan serta pemenuhan perlengkapan sekolah.

Untuk mendukung wajib belajar 13 tahun, Pemko telah mewujudkan satu PAUD di setiap kelurahan yang terintegrasi dengan layanan posyandu. Langkah ini juga diiringi pelatihan kader guna menekan angka stunting.

Program kesehatan seperti pemeriksaan gratis dan Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menyasar pelajar serta kelompok rentan, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Di bidang infrastruktur, perbaikan jalan telah melampaui 42 kilometer, disertai peremajaan 42 halte, pemasangan lampu penerangan, serta penyediaan wifi gratis di sejumlah titik. Pemerintah juga menggelar bazar pangan murah di 50 lokasi untuk menjaga daya beli masyarakat.

Dari sisi ekonomi dan tata kelola, Pemko berhasil melunasi utang daerah sebesar Rp467 miliar, menarik investasi baru, serta memangkas proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi hanya satu jam.

Keamanan kota diperkuat melalui peluncuran Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112. Sementara itu, inovasi pengelolaan sampah berbasis waste to energy (WTE) mulai dikembangkan sebagai solusi jangka panjang.

Dalam bidang budaya dan prestasi, Pekanbaru meraih Juara 2 MTQ tingkat Provinsi Riau dan sukses menggelar MTQ ke-57 tingkat kota. Festival Kreatif Budaya Melayu juga digelar untuk mendorong UMKM dan pelestarian budaya lokal.

Program pemberdayaan masyarakat seperti bantuan Rp100 juta per RW serta penguatan aparatur melalui pengangkatan PPPK dan pemberian tunjangan kinerja ke-14 turut mendukung kinerja pemerintahan.

Selain itu, akselerasi Program Strategis Nasional (PSN) juga berjalan, di antaranya penyediaan 27 dapur umum MBG, pembentukan 83 Koperasi Merah Putih, digitalisasi pendidikan melalui smartboard, hingga pembangunan rumah layak huni dan jaringan gas kota untuk 20 ribu sambungan rumah.

Atas capaian tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meraih penghargaan peringkat dua nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari pemerintah pusat, khususnya dalam menekan angka kemiskinan dan stunting.

Capaian ini menjadi fondasi bagi transformasi Pekanbaru menuju kota yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.***