Banner Website
Daerah

Sleman Perketat Pengawasan Kurban Demi Kesehatan Warga dan Lingkungan

62
×

Sleman Perketat Pengawasan Kurban Demi Kesehatan Warga dan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala Dinas Pertanian Sleman Rofiq Andriyanto memberi keterangan kepada awak media terkait pengawasan hewan kurban Idul Adha 2026 di Sleman, Kamis (21/5/2026)./R45/Agus.

Rakyat45.com, Sleman – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman memperkuat pengawasan hewan kurban guna memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat aman, sehat, dan layak. Langkah itu dibarengi upaya pengendalian penyakit ternak serta pengelolaan limbah penyembelihan agar pelaksanaan kurban tetap ramah lingkungan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam jumpa pers bertajuk “Kurban Berkualitas untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat” yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman di Aula Dinas Pertanian, Kamis (21/5/2026).

Hadir sebagai narasumber Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman Rofiq Andriyanto, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sugeng Riyanta, serta Kepala Tim Kerja Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman dr. Lina Nur Islamiyyah Yunus.

Rofiq Andriyanto menegaskan pengawasan kesehatan hewan kurban telah dilakukan jauh sebelum Iduladha melalui pemeriksaan rutin di pasar hewan maupun lapak penjualan ternak. Pemerintah daerah, kata dia, masih memberi perhatian serius terhadap ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) meski situasinya mulai terkendali.

“PMK di Sleman belum sepenuhnya selesai. Karena itu vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan terus kami lakukan,” ujarnya.

Sejak awal tahun, Pemkab Sleman juga menerapkan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh hewan yang masuk pasar ternak. Hewan yang terindikasi sakit langsung diminta keluar atau diputar balik demi mencegah penyebaran penyakit.

Selain PMK, kewaspadaan terhadap potensi antraks turut diperketat, terutama di wilayah perbatasan. Ratusan sapi dan kambing di kawasan rawan telah menjalani vaksinasi sebagai langkah antisipasi.

Untuk mendukung pengawasan selama Iduladha, Dinas Pertanian menyiapkan 331 personel yang terdiri atas dokter hewan, paramedis, penyuluh, hingga mahasiswa Fakultas Peternakan. Mereka akan melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah penyembelihan di lokasi kurban.

“Petugas akan melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem di lokasi penyembelihan hewan kurban,” kata Rofiq.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Sugeng Riyanta mengajak panitia kurban mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai saat pembagian daging. Pemkab mendorong masyarakat beralih menggunakan kemasan ramah lingkungan seperti besek bambu, daun, atau wadah guna ulang lainnya.

“Kami ingin pelaksanaan kurban tidak hanya sehat, tetapi juga ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran,” ujarnya.

DLH Sleman juga meminta panitia menyediakan lubang khusus untuk pembuangan limbah pemotongan, termasuk darah dan jeroan, agar tidak dibuang ke sungai maupun saluran air.

Menurut Sugeng, limbah kurban yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, hingga menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.

“Limbah organik seperti jeroan dan darah sangat berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan benar,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Kesehatan Sleman memastikan daging kurban tetap aman dikonsumsi selama hewan dalam kondisi sehat dan proses pengolahan dilakukan secara benar.

dr. Lina Nur Islamiyyah Yunus menjelaskan hewan sehat umumnya terlihat aktif, tidak kurus, tidak cacat, memiliki nafsu makan baik, serta tidak menunjukkan gejala penyakit seperti mulut berbusa atau mata merah.

Ia juga mengingatkan petugas penyembelihan menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan memakai masker apabila sedang sakit.

“Daging tetap aman dikonsumsi apabila dimasak hingga matang sempurna,” jelasnya.

Menurut Lina, bakteri maupun parasit seperti cacing hati dapat mati pada suhu tinggi. Karena itu masyarakat diminta memastikan daging dimasak benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

Sebagai langkah akhir, Pemkab Sleman tengah menyiapkan surat edaran Bupati yang akan menjadi pedoman pelaksanaan kurban sehat dan ramah lingkungan pada Iduladha 2026.**